KSPI: Investor China belum teruji, kalau tak untung mereka kabur

Kamis, 4 Februari 2016 18:09 Reporter : Novita Intan Sari
KSPI: Investor China belum teruji, kalau tak untung mereka kabur serikat pekerja. M Mirza©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Konfederasi ‎Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap sejumlah perbedaan mendasar antara perusahaan China dengan perusahaan asing lainnya,

Ini menyikapi fenomena bergugurannya perusahaan Jepang dan Amerika Serikat di tengah menjamurnya investasi China di Tanah Air.

Salah satunya, produsen otomotif SAIC-GM-Wuling (SGMW) yang membangun pabrik mobil di Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp 9,7 triliun.

"Pertama dari sisi penyerapan tenaga kerja, perusahaan Jepang dan AS tidak menyertakan unskilled worker bekerja di mana investasi mereka ditanamkan. Sedangkan perusahaan China turut menyertakan unskilled worker," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/2).

Kedua, perusahaan Jepang dan AS telah sejak lama berinvestasi di Indonesia. Sedangkan perusahaan China baru saat ini saja mulai gencar berinvestasi.

"China ini belum teruji, faktanya investasi China kalau tidak untung mereka kabur. Pabrik dan mesinnya sewa sehingga tinggal kabur badan. Itu terjadi di perusahaan tekstil, garmen, komponen elektronik yang kecil-kecil," jelas dia.

Ketiga, perusahaan Jepang dan AS tunduk pada aturan-aturan normatif ketenagakerjaan, semisal, upah minimum, jaminan kesehatan dan pensiun. Jika melakukan pemecatan, itu dilakukan sesuai aturan berlaku di Indonesia.

"Perusahaan China di Pulogadung misalnya, itu membayar upah dibawah upah minimum. UMP DKI kan saat ini Rp 3,1 juta, tetapi pekerjanya ada yang masih dibayar Rp 2,6 juta, ada yang Rp 2,8 juta," ungkapnya.

Keempat, investasi China lebih pada proyek mercusuar, seperti, kereta cepat, pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Sedangkan investasi Jepang dan AS mengandalkan dana internal.

"China meminjam dana dari negara. Karena mereka mengandalkan bank infrastruktur Asia yang didirikan China sebagai pelaku utama, seperti kereta cepat. Tetapi ketika mereka rugi, maka yang akan menanggung adalah negara." [yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini