Kronologi indikasi kejahatan perbankan di Body Shop

Senin, 25 Maret 2013 08:47 Reporter : Sri Wiyanti
kartu debit. shutterstock

Merdeka.com - Pekan lalu terdapat beberapa pengguna kartu kredit dan kartu debit yang mengalami pemblokiran sepihak oleh bank-bank penerbit karena terindikasi adanya duplikasi kartu tersebut.

Nana (30) yang mempunyai pengalaman tersebut mengaku awal mula kesalahan terjadi di gerai The Body Shop. Hal tersebut juga diakui pihak The Body Shop Indonesia.

The Body Shop mengaku tengah melakukan investigasi gabungan dengan beberapa bank yang tersangkut dalam kasus tersebut. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penelitian bersama dengan beberapa bank lain serta berdasarkan laporan dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI).

Kepada merdeka.com, Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah memaparkan kronologi dari kejadian tersebut. Berikut kronologi yang berhasit dihimpun oleh tim penyelidik:

1. Selasa 5 Maret 2013 terdeteksi fraud counterfeit kartu debit di Amerika Serikat dan Meksiko. Di kedua negara tersebut, untuk pembayaran EDC tedapat dua opsi untuk melakukan transaksi yaitu dengan debit atau kredit. Fraud terjadi untuk kartu kredit yang menggunakan sistem gesek.

2. Rabu, 6 Maret 2013

Dari hasil analisa dan sharing antar bank diketahui dugaan awal tempat pencurian data adalah merchant Body Shop di dua buah mall di Jakarta.

BI telah dilakukan koordinasi dengan pihak Visa International untuk pembuatan parameter Real Time Decline pada system VAA/VRM terhadap transaksi yang terjadi di US dan Meksiko untuk terminal mencurigakan.

3. Kamis, 7 Maret 2013

Diketahui tempat terjadinya fraud bertambah, tidak hanya di AS dan Meksiko, melainkan juga di Philipina, Turki, Malaysia, Thailand, dan India.

Dugaan adanya tempat pencurian data mulai berkembang ke cabang Body Shop yang lain.

4. Jumat- Minggu, 8-10 Maret 2013

Sejumlah bank telah melakukan pemblokiran kartu dan melanjutkan analisis Common Purchase Point (CPP). Hasil analisa CPP menyimpulkan dugaan tempat pencurian data berkembang ke cabang Body Shop yang lain, di beberapa toko di Jakarta dan satu di Padang.

5. Senin, 11 Maret 2013

BIelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan pihak Visa international untuk pembuatan parameter Real Time Decline pada system VAA/VRM untuk transaksi swipe di US, Meksiko, Turki, Malaysia, Philipina, Thailand, dan India.

6. Kamis, 7 Maret 2013

BI telah dilakukan pertemuan antara pihak bank acquirer dengan pihak Body Shop, dengan agenda menginformasikan kasus fraud yang terjadi dengan dugaan sementara pencurian data di merchant Body Shop di dua mall di Jakarta.

Diketahui bahwa latar belakang merchant Body Shop melakukan double swipe adalah untuk kepentingan rekonsiliasi data transaksi melalui EDC dengan pencatatan di sistem cash register.

Umumnya, jika dilakukan swipe maka data yang terekam dari kartu kredit adalah nomor kartu, expiry date, dan Card Verification Value (CVV) berupa 3 angka di bagian belakang kartu kredit.

Sebenarnya yang diperlukan merchant hanyalah data nomor kartu, yang dapat diperoleh melalui input data/key in.

7. Kamis, 14 Maret 2013:

Perwakilan Bank Acquirer bertemu dengan pihak Body Shop untuk meminta penjelasan prosedur atau flow cash register yang ada di masing-masing outlet sehingga tersimpan di server kantor pusat.

8. Telah dilakukan kesepakatan antar anggota AKKI tanggal 20 Maret 2013. AKKI telah membuat laporan ke pihak kepolisian, melakukan uji forensik dan megghentikan praktik double swipe di merchant Body Shop. [rin]

Topik berita Terkait:
  1. Kartu Kredit
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini