KPPU: Yamaha & Honda naikkan harga motor matik 3 kali dalam 1 tahun

Selasa, 6 September 2016 21:08 Reporter : Hana Adi Perdana
KPPU: Yamaha & Honda naikkan harga motor matik 3 kali dalam 1 tahun Motor matic paling laku. ©2014 Otosia.com

Merdeka.com - Anggota tim investigasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Helmi Nurjamli menilai ada dugaan praktik kartel yang dilakukan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kenaikan harga sepeda motor setiap tahunnya. Alasannya, kenaikan harga yang dilakukan dua pabrikan otomotif asal Jepang tersebut dilakukan sebanyak tiga kali.

"Harusnya dalam 1 tahun jangan sering-sering naik harganya. Terus kalau menjelang lebaran naik lagi. Kami mencatat di 2014 ada tiga kali kenaikan harga dengan range Rp 400.000 sampai Rp 600.000 untuk dua merek dan jenis sepeda motor dari 100 cc sampai 150 cc," ujar Helmi di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (6/9).

Padahal, kata Helmi, faktor naiknya harga sepeda motor hanya disebabkan oleh upah buruh yang meningkat, bahan baku dan inflasi. Faktor tersebut seharusnya tidak membuat Yamaha dan Honda melakukan kenaikan sebanyak tiga kali.‎

"Kita tetap sesuai dugaan kami (ada kartel), indikasi kenaikan ini ada permainan. Ada sengaja dinaikkan, jika pelaku pasar terkonsentrasi. 50 plus 1 saja, kalau ada kenaikan barang, mungkin memang wajar. Pola pikir konsumen mungkin begitu. Tapi apakah ini wajar? Nah itu," katanya.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan melakukan investigasi lebih dalam. Sebab, kenaikan yang diberlakukan oleh Yamaha dan Honda tidak sesuai dengan perhitungan kenaikan harga bahan baku.

"Akan kami ungkap nanti. Kenapa kami bilang enggak wajar, karena ini ga sesuai dengan perhitungan cost-nya. Ketika memang 85 persen komponen lokal, ini apa yang membuat hargana naik secara signifikan. Kami bilang sih enggak wajar," pungkasnya. [sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini