KPPU duga ada 2 perusahaan ikut mainkan harga unggas

Kamis, 10 Maret 2016 20:40 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
KPPU duga ada 2 perusahaan ikut mainkan harga unggas Ayam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gravicapa

Merdeka.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir ada dugaan kartel pada sektor unggas. Dari daftar 12 korporasi, dua perusahaan besar diantaranya masih didalami peran serta praktik memainkan harga unggas dari peternak, pedagang, hingga sampai masyarakat.

"Dugaan afkir (bibit unggas) dini, pengurangan dokumen jadi mahal, peternak menjadi jual murah," ujar ketua KPPU Syarkawi Rauf di Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (10/3).

KPPU menjamin bersikap netral dalam mengungkap mafia kartel secara independen. Apalagi, potensi dibongkarnya cukup besar dari persidangan yang dilakukan KPPU.

"Ada, potensi untuk dihukum, dengan denda maksimal hingga Rp 25 miliar," kata dia.

Syarkawi mencontohkan pada kasus kartel Short Message Service (SMS) pada beberapa operator telekomunikasi yang pada akhirnya dihukum berupa denda.

"Di kartel SMS kita menang dimana ada 6 perusahaan telekomunikasi yang curang dalam menentukan tarif SMS-nya di MA," tegas dia. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini