Kopi Kenangan Khawatirkan Pelemahan Rupiah Ganggu Bisnis Makanan

Senin, 23 Maret 2020 13:04 Reporter : Sulaeman
Kopi Kenangan Khawatirkan Pelemahan Rupiah Ganggu Bisnis Makanan CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Co Founder Kopi Kenangan, James Prananto, mulai mengkhawatirkan dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap kelangsungan bisnis makanan. Rupiah saat ini terjerembab ke kisaran Rp 16.500 an diakibatkan oleh pandemi global virus Corona (Covid-19).

"Kedepannya pasti khawatir, karena peralatan dunia Food and Beverage masih bergantung pada impor," kata Bos Kopi Kenangan tersebut saat dikonfirmasi Merdeka.com, Jakarta, Senin (23/3).

Dia menyebut, sampai saat ini, berbagai peralatan yang ada untuk menunjang bisnisnya belum bisa diproduksi di dalam negeri. Imbas terkoreksinya nilai tukar Rupiah yang semakin dalam tentu mengancam kelangsungan usahanya.

James kemudian menyebut bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah, yang berbarengan dengan pandemi virus Corona di Tanah Air, cukup memukul kelangsungan usahanya. Di mana, berimbas pada penurunan daya beli masyarakat yang cukup drastis khususnya di Ibu kota Jakarta.

"Orang jadi jarang ke luar, sekarang mal sepi, tentu pendapatan store kit (kopi kenangan) jadi menurun," ungkap James.

Beruntung baginya berbagai bahan baku utama seperti biji kopi, gula aren dan susu, mayoritas berasal dari petani lokal. Sehingga bisa meminimalisir kerugian yang ada.

Namun, untuk menghindari kerugian lebih dalam seiring pelemahan kurs Rupiah di tengah wabah Corona, dirinya bersama Asosiasi Perusahaan Food and Beverage Indonesia meminta pemerintah untuk memberikan kebijakan khusus. Harapannya dapat menggairahkan kembali industri makanan dan minuman yang tengah lesu.

1 dari 1 halaman

Rupiah Kembali Anjlok ke Level Rp 16.500 per USD

anjlok ke level rp 16500 per usd

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antar-bank di Jakarta pada awal pekan kembali tertekan menembus level Rp16.500 per USD. Pada pukul 09.53 WIB, rupiah bergerak melemah 590 poin atau 3,7 persen menjadi Rp16.550 per USD dari sebelumnya Rp15.960 per USD.

"Rupiah kemungkinan bisa tertekan lagi hari ini mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko pagi ini seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei (Jepang) dan Kospi (Korea Selatan) yang bergerak negatif serta sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, dikutip Antara, Senin (23/3).

Menurut Ariston, kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran wabah virus corona ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai USD 1,3-2 triliun yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS, menjadi penyebab sentimen negatif tersebut.

WHO sendiri masih terus melaporkan peningkatan kasus penularan wabah virus corona di dunia dengan lebih dari 294 ribu positif. Sementara itu, pasar masih menunggu kabar kesepakatan stimulus pemerintah AS malam ini.

Bila sepakat, lanjut Ariston, bisa membantu memberikan sentimen positif ke pasar keuangan karena stimulus yang besar. "Pergerakan USD-IDR hari ini masih berpotensi untuk naik mendekati level tertinggi Juni 1998 di Rp16.850 dengan potensi support di kisaran Rp15.900," ujar Ariston.

[bim]

Baca juga:
Rupiah Kembali Anjlok ke Level Rp 16.500 per USD
BI Sudah Habiskan Rp300 Triliun Kawal Rupiah dari Tekanan Virus Corona
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.913 per USD
Upaya BI Jaga Stabilitas Rupiah Agar Tak Semakin Anjlok
Dana Asing Sudah Kabur Rp105 T Gara-Gara Corona, BI Sebut Terjadi di Seluruh Negara
Erick Thohir Akui Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bakal Pengaruhi Utang Garuda Indonesia
Rupiah Sentuh Rp16.000 per USD, Jokowi Minta BI Jaga Stabilitas Rupiah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini