Kontroversi Aturan Larang Pramugari Pakai Jilbab

Selasa, 7 Februari 2023 12:08 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kontroversi Aturan Larang Pramugari Pakai Jilbab Pramugari Garuda Indonesia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Aturan larangan pramugari menggunakan jilbab saat bertugas kembali menuai kontroversi. Ini berawal saat maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendapat masukan dari komisi VI DPR RI agar merevisi aturan seragam awak kabin, sehingga para pramugari Muslim dapat mengenakan jilbab mereka sesuai tuntunan syariat Islam.

Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Gerindra Andre Rosiade memberi masukan untuk merevisi aturan yang tidak mengizinkan bagi pramugari Muslim mengenakan jilbab.

Andre mengatakan banyak pramugari Muslim di Garuda Indonesia sehari-harinya mengenakan jilbab, namun mereka harus mencopot jilbab-nya ketika bertugas sebagai pramugari Garuda Indonesia.

"Mengenai masalah jilbab, saya kira perlu dicek ya apa betul, sebab sampai sekarang ini nggak ada larangan berjilbab itu nggak ada," ungkap Wapres.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia itu pun menilai aneh jika masih ada institusi yang melarang penggunaan jilbab. "Bukan lagi di polisi, di tentara juga sudah semua orang berjilbab, di perguruan tinggi, di mana mana boleh," tambah Wapres.

Diketahui sejak Mei 2015, Mabes Polri secara resmi mengakomodasi keinginan anggotanya maupun PNS yang bekerja di lingkungan Polri untuk berhijab.

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor : 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri Nopol : SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.

2 dari 3 halaman

Wapres Angkat Suara

Wakil Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara terkait adanya maskapai penerbangan di Indonesia yang melarang pramugari mengenakan jilbab saat bertugas.

"Jadi kalau ada larangan berjilbab agak aneh, saya kira kita cek lagi, perlu diteliti itu," kata Wapres Ma'ruf Amin di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Sabtu (4/2).

"Mengenai masalah jilbab, saya kira perlu dicek ya apa betul, sebab sampai sekarang ini nggak ada larangan berjilbab itu nggak ada," ungkap Ma'ruf Amin seperti dilansir Antara.

Pengamat Penerbangan, Alvin Lie menegaskan tidak ada aturan baku yang melarang pramugari mengenakan jilbab atau kerudung saat bertugas di kabin. Menurutnya, penggunaan jilbab sangat diperbolehkan sepanjang desainnya benar dan tidak mengganggu ketika terjadi keadaan darurat.

"Seragam awak kabin berjilbab tidak mengganggu keselamatan penerbangan sejauh desainnya benar, mudah dilepas dalam kondisi darurat," kata Alvin saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (6/2).

Alvin menjelaskan, saat ini banyak pramugari di berbagai maskapai yang bertugas mengenakan jilbab. Utamanya bagi pramugari yang bertugas di rute penerbangan umrah dan haji. Bahkan dalam hal ini penggunaan jilbab diwajibkan.

Tak hanya itu, di maskapai penerbangan asal Timur Tengah mayoritas para pramugari menggunakan jilbab. "Di setiap airlines ada pramugari berjilbab. Dalam rute umrah dan haji justru wajib berjilbab," kata Alvin.

3 dari 3 halaman

Kata Dirut Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akhirnya membuka opsi penggunaan jilbab bagi Pramugari saat bertugas. Hal merespon viralnya pemberitaan terkait larangan penggunaan jilbab oleh Pramugari.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan, pihaknya terus melakukan diskusi intensif bersama stakeholder terkait mengenai tatalaksana penggunaan jilbab. Mengingat, kesiapan penggunaan jilbab pada seragam pramugari yang tidak hanya ditinjau dari kepentingan aspek service dan safety, namun utamanya juga memastikan terjaganya kepentingan pramugari sebagai individu.

"Komitmen tersebut yang saat ini terus di kedepankan dengan membuka opsi dan ruang diskusi penggunaan jilbab bagi pramugari Garuda Indonesia," kata Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/2).

Irfan mengatakan, Garuda Indonesia memiliki nilai dan visi yang sama atas masukan dari berbagai pihak terkait atribut seragam awak pesawat, khususnya mengenai penggunaan jilbab bagi pramugari. Ini sejalan dengan komitmen Perusahaan dalam mengedepankan prinsip inklusivitas pada seluruh profesi karyawannya, termasuk awak pesawat, Garuda Indonesia pada prinsipnya tidak melarang penggunaan jilbab bagi pramugari.

Saat ini, melalui sejumlah layanan rute penerbangan, Garuda Indonesia juga telah menerapkan penyesuaian atribut seragam awak pesawat mengacu pada regulasi destinasi tujuan maupun terkait kepentingan layanan penerbangan haji. Di mana pramugari menggunakan seragam abaya yang disertai jilbab.

Oleh karenanya Garuda Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai stakeholder terkait untuk memastikan kesiapan penggunaan jilbab bagi pramugari Garuda Indonesia dapat dilandasi oleh kebijakan operasional yang komprehensif.

"Hal ini yang kami yakini perlu dilandasi kajian yang prudent dan komprehensif atas penyesuaian kebijakan atribut seragam awak pesawat baik dari aspek operasional maupun aspek penunjang lainnya atas kepentingan profesi awak pesawat," ucap Irfan. [idr]

Baca juga:
Lion Air Buka Lowongan Kerja Pramugari, Cek Aturan Berbusana & Dokumen Harus Dibawa
Daftar Gaji Pramugari di Indonesia, Ada yang Sampai Rp30 Juta
Mau Jadi Pramugari, Ini Syarat dari Tiap Maskapai Penerbangan
Bahan Jilbab dan Baju Awak Kabin Dirancang Tak Mudah Terbakar
Tak Ada Larangan Tertulis Pramugari Pakai Jilbab di Kabin Pesawat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini