Konsumsi Bensin dan Biosolar Diprediksi Naik Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Datanya
Tak hanya bensin, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) pun meramal konsumsi BBM jenis gasoil (Biosolar dkk) bakal ikut melonjak.
PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi BBM jenis bensin (gasoline) seperti Pertalite dan Pertamax pada libur natal dan tahun baru atau Nataru 2025/2026 dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Tak hanya bensin, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) pun meramal konsumsi BBM jenis gasoil (Biosolar dkk) bakal ikut melonjak.
"Jika dibandingkan dengan 2024 memang ada peningkatan secara overall. Kalau kita bicara gasolin itu meningkatnya sekitar 3,5 persen," jelas VP Retail Business Support PT Pertamina Patra Niaga, Beny Harto Wijaya dalam sesi konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (22/12).
"Kemudian untuk gasoil di satgas 2024 dan Satgas 2025 meningkatnya cukup tinggi sekitar 13 persen-an, gabungan dari semua produk gasoil," dia menambahkan.
Bila dibandingkan dengan konsumsi harian normal saat ini, pembelian gasoline juga diprediksi akan meningkat hingga 3,2 persen. Kenaikan konsumsinya pun bervariasi tergantung produk masing-masing.
"Misalnya kayak Pertalite itu sekitar 5,6 persen. Kemudian kalau Pertamax sekitar 0,1 persen peningkatannya. Kemudian juga kita ada (Pertamax) Green, Green itu meningkatnya tinggi 23,9 persen. Dan (Pertamax) Turbo kita meningkat 5,4 persen," paparnya.
Konsumsi Biosolar Naik 5,5 Persen
Senada, pembelian produk BBM jenis gasoil untuk kendaraan besar juga bakal melonjak di masa Nataru 2025/2026 nanti. Seperti Biosolar yang diperkirakan naik hingga 5,5 persen.
"Dan Dexlite itu meningkat cukup tinggi, 36,5 persen. Dan (Pertamina) Dex sekitar 50,4 persen," imbuh Beny.
Persiapan Ramadan dan Idul Fitri 2026
Di sisi lain, Pertamina juga telah mempersiapkan langkah penyaluran BBM di masa Ramadan dan Idul Fitri 2026, melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas Rafi). Mengingat masa perayaan Nataru dan Idul Fitri 2026 yang jaraknya cukup berdekatan.
"Jadi memang kami sudah memitigasi bahwa antara Nataru sesudah berakhir kan ke (Satgas) Rafi sangat dekat. Hal-hal tersebut menjadi pemikiran dan juga persiapan kami secara berkesinambungan," kata Beny.
"Sehingga kebutuhan energi baik itu pada masalah Satgas Nataru saat ini maupun nanti Satgas Rafi 2026 itu menjadi prioritas kami," tutur dia.