KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Konsep "tol" laut Jokowi terbentur infrastruktur

Sabtu, 24 Mei 2014 17:22 Reporter : Nurul Julaikah
Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Konsep Calon Presiden Joko Widodo membentuk "tol" laut dengan menghubungkan pulau-pulau di seluruh Indonesia dengan kapal berukuran besar terbentur oleh keterbatasan infrastuktur. Kebanyakan pelabuhan di Indonesia tidak mampu untuk menampung kapal-kapal berbadan besar.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengakui kondisi geografi Indonesia mendorong minat kapal raksasa (mega ship) milik negara lain untuk berlayar di perairan nusantara. Sayang, kondisi pelabuhan Indonesia tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan kegiatan operasional mega ship tersebut.

"Dikarenakan kurang tersedianya jumlah pelabuhan besar yang berada di perairan dalam dan kondisi lokasi pelabuhan," katanya dalam siaran pers terkait pertemuan International Transport Forum (ITF) Annual Summit 2014 di Leipzig, Jerman, Sabtu (24/5). Pertemuan internasional itu berlangsung selama dua hari, 21-23 Mei 2014.

Pada gilirannya, lanjut Bambang, kondisi tersebut menimbulkan keterlambatan dan gangguan terhadap kegiatan distribusi barang dan jasa. Ujung-ujungnya, kinerja perekonomian nasional menjadi terhambat.

"Untuk mengatasi masalah tersebut, Indonesia menetapkan tujuan kebijakan pelabuhan nasional yang memastikan sektor pelabuhan mampu memfasilitasi perdagangan terintergrasi dengan sistem transportasi multimoda," katanya.

Untuk merealisasikannya, lanjut Bambang, pemerintah Indonesia menetapkan visi nasional, yaitu penyediaan pelabuhan hub intersional, penyediaan akses ke pasar penyangga (hinterland market) dan mendukung kawasan penggerak ekonomi utama (main economic drivers).

"Menghubungkan semua kawasan yang telah berkembang dengan kawasan yang belum berkembang untuk menyukseskan pembangunan ekonomi serta mempromosikan transportasi logistik yang efisien dan produktif."

Saat ini, pemerintah telah mengembangkan sejumlah pelabuhan dengan skema public private partnership (PPP). Antara lain, Pelabuhan Kuala Tanjung, Cilamaya, Terminal Teluk Lamong, Maloy, dan Makassar. [yud]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.