Konglomerat Tahir ajak pengusaha bawa pulang Dolar yang disimpan di Singapura

Senin, 15 Oktober 2018 12:57 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Konglomerat Tahir ajak pengusaha bawa pulang Dolar yang disimpan di Singapura Tahir. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu konglomerat di Indonesia, Dato Sri Tahir menjual Dolar AS (USD) milik pribadinya sebanyak USD 93 juta dan USS 55 juta setara lebih dari Rp 2 triliun. Langkah tersebut merupakan upaya untuk membantu penguatan Rupiah yang saat ini terus terdepresiasi atau melemah terhadap USD.

Tahir berharap, aksi pelepasan Dolar pribadi ini akan diikuti oleh pengusaha-pengusaha lain yang selama ini lebih memilih menyimpannya di luar negeri, terutama di Singapura.

Dia mengungkapkan, Dolar yang hari ini dia tukar juga merupakan simpanan pribadinya di salah satu bank di Singapura.

"Pengusaha lain dan kita yakin pasti banyak pengusaha yang punya uang di Singapura," kata Tahir saat ditemui usai melakukan penukaran Dolar di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (15/10).

Dia mengimbau para pengusaha untuk membawa pulang kekayaannya yang diparkir di luar negeri dan meyakinkan bahwa ekonomi Indonesia aman, sehingga tidak perlu menyimpan aset di luar. "Tidak perlu khawatir dengan ekonomi Indonesia. Itu pujian juga bukan dari saya tapi dari IMF," ujarnya.

Dia optimis jika semua pengusaha mau menukar Dolar yang dimilikinya ke dalam Rupiah akan membantu penguatan nilai tukar di pasar. "Sangat bisa kalau semua pengusaha mau bersatu, pasti bisa (menguatkan Rupiah)," tegasnya.

Bos Bank Mayapada ini menjelaskan, ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi sehat dan jauh dari bahaya ancaman krisis seperti tahun 1998 atau 2008 silam.

"Kita sebagai bankir, saya tidak menemukan ada rush nasabah beli Dolar, tidak ada rush orang deposito Rupiah di Dolar tidak ada di bank kita, dan saya yakin di bank lain juga tidak ada," tutupnya.

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif hari ini, Senin (15/10). Rupiah dibuka di level Rp 15.230 per USD atau melemah tipis dibandingkan penutupan minggu lalu di level Rp 15.197 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat usai pembukaan di level Rp 15.225. Namun kembali melemah, dan saat ini Rupiah berada di level Rp 15.250 per USD. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini