Konflik Iran-AS Ancam Naikkan Harga Minyak Dunia ke USD 80 per Barel

Senin, 6 Januari 2020 10:44 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Konflik Iran-AS Ancam Naikkan Harga Minyak Dunia ke USD 80 per Barel Index Minyak. AFP, merdeka.com/Djoko

Merdeka.com - Dibunuhnya Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat (AS) ancam naikkan harga minyak dunia. Analis memperkirakan harga minyak bisa menyentuh USD 80 per barel.

Dilansir dari CNBC, Senin (6/1), beberapa jam usai kematian Soleimani, analis dari Eurasia Group menyatakan Iran telah mengatakan pasti akan merespons serangan tersebut.

"Kami memperkirakan perseteruan akan berlangsung setidaknya dalam sebulan. Iran akan menyerang pangkalan AS dan tentara AS akan gugur. Sementara AS akan membalas serangan di Irak," tulis mereka.

Harga minyak diyakini akan menuju sekitar USD 70 per barel, namun, bisa menyentuh USD 80 jika konflik meluas. Harga minyak bakal USD 80 jika konflik menyebar ke ladang minyak di Selatan Irak. "Atau jika Iran akan menyerang kapal dagang," tambahnya.

Pada Jumat lalu, patokan harga minyak internasional, Brent dijual di USD 68,65. Naik 3,6 persen. Sementara US West Texas Intermediate (WTI) naik 3,5 persen menjadi USD 63,38.

1 dari 2 halaman

Dampak ke Indonesia

indonesia

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai hubungan panas kedua negara akan semakin menambah daftar panjang ketidakpastian ekonomi global. Di mana sebelumnya AS lebih dulu mengerem laju pertumbuhan global akibat perang dengan China.

"Potensi peningkatan harga minyak merupakan dampak jangka pendek yang bisa dirasakan Indonesia adapun dampak jangka panjang jika eskalasi Iran dan AS memanas akan menambah ketidakpastian global," katanya saat dihubungi merdeka.com, Minggu (5/1).

Dia menyebut, Indonesia merupakan negara net importir minyak, maka sangat berpotensi adanya peningkatan nilai impor minyak. Sehingga, hal ini menjadi tantangan di tengah usaha pemerintah untuk memperkecil defisit pada neraca perdagangan dan juga transaksi berjalan.

Sebagai antisipasi, lanjut dia, jika harga minyak meningkat maka pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga minyak pada APBN. Bisa saja asumsi harga minyak yang ditetapkan pada APBN 2020 sebesar USD 65 per barel atau justru lebih tinggi.

"Jika ekskalasi AS dan Iran meningkat, ialah siap-siap mengubah asumsi harga minyak pada APBN karena ini akan berpengaruh pada anggaran subsidi pemerintah di samping itu, meningkatkan kinerja ekspor barang dan jasa juga perlu untuk mengkompensasi potensi kenaikan nilai impor minyak yang bisa berdampak pada peningkatan defisit dagang," tandas dia.

2 dari 2 halaman

Langkah Antisipasi Pemerintah

pemerintah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku sudah mengantisipasi apabila harga minyak dunia melonjak. Pihaknya bahkan berencana untuk memboyong minyak produksi dalam negeri langsung dari produsen, seperti Total.

"Ya memang itu yang diminta oleh Pak Jokowi kan kita harus antisipasi. Apa yang terjadi sekarang tentu, mengenai Amerika, Iran dan Timur Tengah pasti akan juga berdampak kepada Indonesia terutama di harga minyak," katanya saat ditemui di Tangerang, Minggu (5/1).

Dia menjelaskan, dengan membeli langsung dari produsen minyak bisa memangkas biaya yang selama ini dikeluarkan pemerintah cukup besar. Bahkan menurut Menteri Erick, harga minyak yang dibeli bisa lebih murah hingga USD 6 per barel.

"Iya kan supaya bisa cut, memangkas pada margin yang tidak perlu, salah satunya tender dengan AS. Harga jelas lebih murah USD 5-6," jelasnya.

[bim]

Baca juga:
Ada Konflik Iran-AS, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Indonesia?
Ada Konflik Iran-AS, Investor Diperkirakan Main Aman
Antisipasi Konflik Iran-AS, Pemerintah Diminta Sesuaikan Harga Minyak di APBN
Pemerintah Sudah Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Konflik Iran-AS
Harga Minyak Dunia Naik Akibat Stok AS Menurun
Saudi dan Rusia Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Diramal Naik di 2020
Oktober 2019, Harga Minyak Mentah RI Turun Menjadi USD 59,82 per Barel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini