Konektivitas Digital Harus Jadi Agenda Utama Indonesia 5 Tahun Kedepan

Rabu, 21 November 2018 13:04 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Konektivitas Digital Harus Jadi Agenda Utama Indonesia 5 Tahun Kedepan ilustrasi internet. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkembangan teknologi informasi kian menyasar semua sektor. Tak terkecuali dunia bisnis. Saat ini dunia bisnis sedang menghadapi era baru di mana banyak terjadi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perubahan tersebut terjadi dalam hal konektivitas, analitik data, dan kecerdasan atau Artificial intelligence (AI) yang telah mengubah dunia industri dan bahkan negara secara keseluruhan.

"Manusia saat ini hidup di era konektivitas. Tidak hanya dalam hal konektivitas fisik melalui jalan, jembatan dan bandara tetapi juga konektivitas digital. Sehingga menghubungkan negara secara fisik, digital dan ekonomi harus menjadi agenda utama Indonesia selama lima tahun ke depan," kata Founder Forum Ekonomi Indonesia (IEF), Shoeb Kagda, dalam acara bertajuk Connecting Indonesia, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11).

Tidak hanya itu, Shoeb mempertimbangkan, dengan teknologi terkini fintech juga dapat menyalurkan dana kepada masyarakat yang tidak bankable atau kurang terlayani oleh perbankan dan mempromosikan inklusi keuangan. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi jika digunakan dengan benar dapat membuat sektor industri meraup untung ganda. Ini berarti bahwa pendapatan dapat tumbuh karena efisiensi berkat teknologi yang optimal.

"Lembaga harus menghubungkan dan berbagi ide, pelaku bisnis harus berkolaborasi dengan pengusaha, terutama start-up, harus bergabung untuk meningkatkan skalanya. Prosesnya telah dimulai di bawah Presiden Joko Widodo tetapi perlu dipercepat dan dikembangkan. Di era konektivitas ini, inovasi akan menjadi pendorong utama, " ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini teknologi telah mendarah daging dengan perilaku manusia dan akhirnya merevolusi cara hidup masyarakat. Dia mencontohkan, kini smartphone atau ponsel pintar bukan lagi barang mewah. Ponsel pintar kini bisa dimiliki olah siapapun sebab pada kenyataannya manusia zaman sekarang tidak dapat hidup tanpa ponsel pintar.

"Menurut laporan McKinsey & Company baru-baru ini, jumlah perangkat yang terhubung ke internet diperkirakan akan meningkat dua kali lipat antara 2017 dan 2020. Dengan sumber data baru, berbagai produk, layanan, model bisnis inovatif akan terbuka," ujarnya.

Shueb memberi contoh, di era saat ini, produsen pemanas, ventilasi dan sistem pendingin udara telah menerapkan ini. Menggunakan teknologi, mereka dapat memonitor gerakan dan suhu di kamar pelanggan. Mereka menganalisis data sehingga mereka dapat mengontrol penggunaan AC dari pelanggan. Dengan demikian, produsen ini dapat membantu pelanggan mereka menghemat biaya dan mengelola tagihan energi mereka.

"Proses yang sama juga berkembang pesat di berbagai bidang seperti pertanian, keuangan, pendidikan, transportasi dan logistik. Perusahaan kini mulai menggunakan drone untuk mengumpulkan data di ladang (sawah) dan mengendalikan saluran irigasi," tutupnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini