Kondisi Mengenaskan Garuda Indonesia Dihantam Badai Corona

Rabu, 3 Juni 2020 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kondisi Mengenaskan Garuda Indonesia Dihantam Badai Corona Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 secara nyata menghantam ekonomi dunia, termasuk maskapai penerbangan. Bahkan, pemulihan maskapai penerbangan diprediksi lebih lama dibanding sektor lainnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut bahwa naik pesawat ke depannya juga tidak akan semudah sebelum pandemi corona. Penumpang pesawat juga terbatas pada mereka yang masuk dalam klasifikasi tertentu.

"Tidak dapat dipungkiri naik pesawat itu (hanya) klasifikasi orang yang harus terbang," kata Irfan dalam Webinar Kementerian Perhubungan bertajuk 'Kolaborasi Merespon Dampak Pandemi Covid-19 dan Strategi Recovery pada Tatanan Kehidupan Normal Baru di Sektor Transportasi', Jakarta, Selasa (2/6).

Kemudahan yang selama ini dirasakan sebagai penumpang pesawat juga tak ada lagi. Proses untuk melakukan perjalanan dengan angkutan udara ini akan lebih sulit dan kompleks. Tak hanya itu, biaya perjalanan dengan pesawat akan lebih mahal dari biasanya. Bukan hanya soal harga tiket, melainkan prosedur yang diperlukan sebelum naik pesawat.

"Yang lebih penting mahal ini tidak lebih mahal daripada harga tiket pesawat itu sendiri," kata dia.

Irfan menyebut, salah satu contohnya yaitu penerbangan menuju Bali yang akan diperketat. Informasi yang diterima Irfan, penumpang dengan tujuan Pulau Dewata itu harus menjalani PCR tes. Biaya untuk satu kali test berkisar Rp2,5 juta. Biaya tersebut tentunya kata Irfan lebih mahal daripada harga tiket pesawat yang hanya Rp1,5 juta.

"Itu jauh lebih mahal daripada biaya bepergian, khususnya lokasi yang berdekatan seperti Jakarta-Surabaya," kata dia.

Apalagi jika melakukan perjalanan selama 7 hari, PCR tes harus dilakukan sebanyak dua kali. Artinya, biaya hanta untuk PCR sudah Rp5 juta. "Sementara perjalanan bolak balik hanya 1,5 juta," sambung dia.

Kondisi saat ini tak bisa dibendung maskapai penerbangan hingga membuat kondisi mengenaskan.

Baca Selanjutnya: Pendapatan Anjlok dan Pesawat Dikandangkan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini