Komitmen go online, PT Pegadaian sabet penghargaan IDPB Award

Jumat, 29 September 2017 09:48 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Komitmen go online, PT Pegadaian sabet penghargaan IDPB Award Pegadaian di IDPB Awards. Istimewa ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) memberikan penghargaan kepada PT Pegadaian sebagai pilihan netizen terbanyak. Salah satu prestasi Pegadaian adalah mengembangkan platform online 'SahabatPegadaian.com' yang sudah digunakan oleh puluhan juta nasabahnya.

GM Pemasaran PT Pegadaian, Syahrul Rusli mengatakan, hal tersebut tak lepas dari komitmen Pegadaian untuk konsisten mengembangkan produk dan layanannya melalui media digital atau sosial media seperti facebook, youtube dan berbagai media digital lainnya. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti kesetiaan dan loyalitas nasabah Pegadaian.

"Berkat loyalitas dan kesetiaan para nasabah, kami bisa eksis di tengah maraknya perubahan proses bisnis yang kini semakin digital, kami pun berkomitmen untuk hadir dibenak mereka melalui berbagai channel digital lainnya, sehingga dengan derasnya arus perubahan dan perkembangan teknologi dewasa ini, kami bisa mengelolanya menjadi salah satu mutual benefit yang semakin memudahkan para nasabah bertransaksi dan bermitra dengan Pegadaian," katanya saat menghadiri awarding Ceremony Indonesia Digital Popular Brand Award 2017 di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (28/9) malam.

Selain itu, banyak terobosan Pegadaian yang sukses diserap oleh pasar baru dan mengembangkan layanan yang inline dengan komitennya menjadikan nasabah sebagai kerabat dekat Pegadaian. Salah satu inovasi yang cukup sukses adalah Pegadaian Tabungan emas, di mana nasabah bisa mempunyai tabungan emas semudah menabung uang di bank.

"Nasabah tabungan emas cukup baik perkembangannya, sejak diluncurkan hingga saat ini, sudah mencapai 1.041.000 nasabah Tabungan Emas per 31 Agustus 2017, selain prosesnya sederhana, faktor kepercayaan konsumen yang tinggi terhadap brand image Pegadaian membuat nasabah percaya dan berbagai proses menabung yang mudah juga turut membuat produk Tabungan Emas Pegadaian cukup diminati oleh nasabah baru dan eksisting nasabah," kata Syahrul.

Produk ini menarik minat masyarakat karena memberikan kemudahan bagi seluruh kalangan untuk memiliki emas. Pemilik rekening dapat menabung emas mulai berat minimal 0,01 gram. Dengan uang sekitar Rp 5.000-an pun nasabah dapat mempunyai emas.

Syahrul Rusli menegaskan, saldo tabungan ini bukan nominal uang, tetapi jumlah berat emas yang dimiliki oleh nasabah yang bersangkutan. "Berapa pun jumlah uang yang disetorkan ke rekening, langsung dikonversikan ke dalam satuan berat emas logam mulia 24 karat. Nasabah bisa mulai menabung dari Rp 5000," katanya.

Tabungan Emas Pegadaian menggunakan sistem beli-titip emas. Artinya, nasabah membeli sejumlah emas kemudian menitipkannya ke Pegadaian. Setelah mencapai jumlah tertentu, nasabah dapat mencetak emas yang dimiliki atau menjual kembali saat membutuhkan uang tunai.

Syahrul Rusli menambahkan, dengan penghargaan ini, Pegadaian akan semakin serius menyasar netizen yang kini jumlahnya cukup fantastik."Tren dunia digital terus meningkat, dan kiprah generasi milenial juga akan semakin menuntut kualitas sebuah produk menjadi solusi atas problem yang mereka hadapi, Pegadaian akan mensupport kebutuhan generasi milenial dalam investasi emas, tabungan emas dan produk gadai lainnya, kami juga akan semakin meneguhkan eksistensi brand di dunia digital dengan semakin banyak hadir di platform atau chanel digital."

Dalam kesempatan sama, Chairman TRAS N CO Research Tri Raharjo mengatakan, bahwa modal kreativitas tidak lagi cukup untuk menang di era digital saat ini. Menurutnya, selain membutuhkan kapasitas, kreativitas, inovasi, kapitalisasi dan kemampuan me-monetize inovasi produk dan layanannya, menjadi kunci memenangkan persaingan dewasa ini.

Populasi pengguna internet terus meningkat, kesadaran untuk go online juga selalu tumbuh. Industri digital dan pendukungnya juga semakin pesat. Premis ini diperkuat dengan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJI), jumlah pengguna internet mencapai 132,7 juta lebih. Ini merupakan ceruk pasar potensial bagi brand yang ingin besar dan punya nyali dan agresifitas untuk berkompetisi.

Selain penguasaan di pasar konvensional, memenangkan persepsi dan pilihan netizen adalah jalan rasional bagi merek yang ingin terus duduk sebagai market leader di industrinya. Caranya, pengelola merek harus cerdas mengelola pasar digital se-atraktif mungkin.

"Banyak brand aware dengan digital dan sudah hadir di banyak digital channel, baik untuk sekedar enggagement, juga menaikkan sales revenue mereka," tutupnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Pegadaian
  2. BUMN
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini