Komisi VII setujui asumsi RAPBN 2019 dan subsidi penyambungan listrik Rp 1,2 T

Selasa, 18 September 2018 09:46 Reporter : Merdeka
Komisi VII setujui asumsi RAPBN 2019 dan subsidi penyambungan listrik Rp 1,2 T Menteri ESDM Ignasius Jonan di DPR. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui usulan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pemberian subsidi penyambungan listrik tahun depan. Selain subsidi, komisi VII juga menyetujui asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menyambut baik keputusan rapat komisi VII yang selanjutnya akan dilanjutkan pembahasannya ke Badan Anggaran (Banggar) DPR. "Mengenai penetapan asumsi dasar makro kami terima dengan baik, kami anjurkan pimpinan melanjutkan ke Banggar," kata Menteri Jonan, di Gedung DPR, Senin (17/9) malam.

Adapun asumsi makro yang telah disepakati adalah:

- Indonesian Crude Price (ICP) 2019 USD 70 per barel,
- Lifting migas 2.025.000 BOEFD,
- Cost recovery USD 8-10 miliar,
- Subsidi Solar Rp 2.000,
- Subsidi listrik Rp 57 triliun dan,
- Subsidi penyambungan listrik Rp 1,2 triliun‎.

Dalam postur asumsi makro RAPBN 2019 tersebut, Kementerian ESDM memasukkan subsidi baru, yaitu penyambungan listrik untuk rumah tangga tangga tidak mampu sebesar Rp 1,2 triliun, daya listrik yang disambung sebesar 450 Volt Amper (VA).

‎Sebelumnya, Menteri Jonan mengungkapkan, dari anggaran Rp 1,21 triliun, bisa menomboki penyambungan listrik 2,4 juta rumah tangga tidak mampu, dengan besaran subsidi Rp 500.000 per rumah tangga. Atas adanya subsidi tersebut maka dapat mempercepat sambungan listrik pada keluarga tidak mampu.

‎Menurut Menteri Jonan, rumah tangga yang akan mendapat subsidi penyambungan listrik letaknya bukan di wilayah terpencil yang belum terdapat jaringan kelistrikan, tetapi di wilayah yang sudah ada jaringan listriknya. Namun rumah tangga tersebut tidak mampu untuk menyambung listrik

"Untuk diketahui di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta ada calon pelanggan baru yang tidak mampu menyambung daya, bukan tidak mampu bayar bulanan. Ini bukan di tempat jauh-jauh, di DKI ada 30.000 sampai 35.000 yang tidak mampu menyambung listrik," tandasnya.‎

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini