Komisi VI Pertanyakan Rakortas Impor Beras: Mendag, Bulog dan Mentan Belum Satu Kata

Jumat, 26 Maret 2021 17:32 Reporter : Arie Sunaryo
Komisi VI Pertanyakan Rakortas Impor Beras: Mendag, Bulog dan Mentan Belum Satu Kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan mengundang Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk menjelaskan rencana impor 1 juta ton beras. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima menyayangkan, terus berlangsungnya polemik impor beras. Apalagi ada perbedaan data antar Mendag, Bulog dan Menteri Pertanian (Mentan).

"Kemarin itu kita dengar, antara Menteri Perdagangan, Bulog dan Menteri Pertanian belum satu kata. Jadi yang saya tanyakan apakah keputusan impor beras itu hasil Rakortas (rapat koordinasi terbatas) atau tidak," ujar Aria Bima di sela peresmian new normal Pasar Kadipolo Solo, Jumat (26/3).

Menurutnya, keputusan untuk impor dan ekspor bahan komoditas pangan adalah keputusan pemerintah melalui Rakortas. Rapat koordinasi tersebut, lanjut dia, dipimpin oleh Menko Perekonomian, diikuti Mentan di tingkat hulu serta Mendag untuk di tingkat hilir dan Bulog di tingkat distributor.

"Selain itu juga diikuti beberapa stakeholder seperti menteri perindustriam dan menteri kemaritiman," katanya.

Bima menjelaskan, dalam Undang-Undang perdagangan juga ditegaskan, dalam hal memutuskan untuk ekspor dan impor kebutuhan bahan komoditas termasuk pangan, pemerintah dapat melakukan ekspor atau impor dengan memperhatikan harga di tingkat konsumen dan produsen. Sedangkan mekanismenya memakai Rakortas.

"Keputusan impor beras itu tanggungjawab pemerintah. Jadi bukan hanya tanggungjawab mendag ataupun mentan saja. Kami meminta mendag untuk memahami hal ini. Karena kalau ada apa-apa, pemerintah yang akan disalahkan," katanya.

Sehingga dirinya sebagai pimpinan komisi VI dan kader PDIP, tidak mau jika pengambilan keputusan itu tanpa penghitungan pasti.

"Kalau pemerintah dinilai buruk, maka PDIP sebagai partai pengusung juga akan mendapatkan citra buruk. Untuk itu saya akan berusaha untuk mengkomunikasikan rencana tersebut dengan Mendag," jelasnya.

"Dan kemarin Mendag juga sudah bilang, minimal dia berjanji tidak akan ada impor beras dalam masa panen," katanya lagi.

Aria Bima menyebut dalam pemanggilan tersebut nantinya tidak hanya akan dibahas terkait rencana impor beras. Namun juga membahas persiapan kebutuhan bahan pokok terkait dengan situasi Ramadan.

Baca Selanjutnya: Mendag Lutfi Pasang Badan di...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini