KKP ungkap 4 keuntungan digitalisasi di industri akuakultur

Rabu, 4 Juli 2018 18:19 Reporter : Dwi Aditya Putra
KKP ungkap 4 keuntungan digitalisasi di industri akuakultur Direktur Perbenihan KKP Coco Kokarkin Soetrisno. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Coco Kokarkin Soetrisno, mengatakan Industri 4.0 atau era industri digital menjadi ajang baru sekaligus tantangan bagi sub sektor akuakultur. Dengan demikian, hal itu akan mendorong KKP dan seluruh stakeholder lainnya agar beralih ke digitalisasi teknologi.

"Oleh karenanya, ini menjadi momen yang sangat penting sebagai titik tolak orientasi transformasi sistem akuakutur dari era konvensional ke era otomatisasi," ujarnya dalam acara Indo Fisheries 2018 Expo Forum Industri Perizinan di Era Digitalisasi, di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (4/7).

Coco mengatakan, era digitalisasi ini harus dimanfaatkan sebagai upaya menciptakan efesiensi tata kelola dan sistem produksi akuakultur. Dia menyebut setidaknya ada empat peluang yang dapat ditangkap pada era ini.

"Pertama, perbaikan tata kelola sisem perizinan di bidang akuakultur. KKP telah menginisiasi reformasi perizinan dan rekomendasi izin dari konvensional ke arah yang berbasis online (paper-less). Aplikasi kegiatan usaha bisnis akuakultur (AKUBISA)," katanya.

Melalui sistem digitalisasi tersebut, diharapkan dia akan memutus mata rantai sistem perixinan menjadi lebih efisien, tepat waktu, transparan dan lebih bertanggungjawab.

Kemudian kedua, kata dia, adalah dengan terciptanya efesiensi rantai pemasaran. Melalui sistem digital, interaksi produsen dengan buyer dapat dilakukan dengan akses lebih cepat, dan memungkinkan akses informasi supply-chain produk akuakultur lebih mudah.

"Di sisi lain, sistem ini akan memutus mata rantai pasar yang terlalu panjang, sehingga nilai tambah akan lebih banyak dirasakan baik oleh produsen maupun buyer," ujarnya.

Ketiga, lanjut dia, yakni dengan terciptanya sistem logistik yang efisien. Ketersediaan database terkait input produksi seperti pakan dan benih menjadi penting. Melalui penerapan sistem informasi logistik di bidang akuakultur, maka akan lebih mudah bagi pelaku usaha dalam mendapatkan akses informasi secara cepat dan efisien.

Terakhir, kata dia, adalah melalui sistem digitaliasi akan menciptakan efisiensi produksi akuakultur, di mana operasional produksi budidaya dapat lebih mudah, terukur dan efisien. "Saat ini perkembangan penerapan teknologi ini telah mulai memasyarakat seperti penggunaan mesin automatic feeder, automatic oxygen supplier dan lainnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, dunia industri Indonesia memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Hal ini dimulai sejak Presiden Joko Widodo meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0.

Lewat peta jalan itu, Presiden berharap sektor industri 4.0 bisa menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini