Kisah Profesor Fisika Nuklir Justru Sukses Bisnis Restoran Cepat Saji Kelas Dunia

Rabu, 24 November 2021 06:30 Reporter : Merdeka
Kisah Profesor Fisika Nuklir Justru Sukses Bisnis Restoran Cepat Saji Kelas Dunia Warga Rela Berdesakan Mengantre Subway . ©2021 Twitter

Merdeka.com - Salah seorang pendiri restoran Subway, Peter Buck baru saja menghembuskan napas terakhirnya pada usia 90 tahun. Buck menyusul rekan pendirinya Fred DeLuca, yang tutup usia lebih dulu pada 2015 di usia 67 tahun.

Dikutip dari laman CNN Business, Selasa (23/11), Peter Buck, lahir pada tahun 1930 di Portland Selatan, Maine. Dia merupakan lulusan dari Bowdoin College pada 1952 dan memperoleh gelar master dan doktoralnya dalam bidang fisika dari Universitas Columbia.

Pada 1965, Buck memberi teman keluarganya, Fred DeLuca, ide untuk membuka sebuah toko sandwich untuk membantu mahasiswa baru menghasilkan uang kuliah.

Buck, yang pada saat itu berprofesi sebagai fisikawan nuklir, memberikan investasi awal sebesar USD 1.000, dan restoran "Pete's Super Submarines" dibuka di Bridgeport, Connecticut.

Pada 1974, Buck dan DeLuca memiliki dan mengoperasikan 16 gerai di Connecticut dan kemudian mulai mewaralabakannya.

Kemudian pada 1970-an dan 80-an, ketika Subway menjadi terkenal untuk pertama kalinya, restoran tersebut mengeluarkan sistem kustomisasi, yang berarti pelanggan dapat memilih racikan sandwich secara langsung, menurut Robert Byrne, direktur wawasan konsumen dan industri di Technomic.

Hingga sekarang, sistem tersebut masih diberlakukan untuk pelanggan Subway.

2 dari 2 halaman

Penjualan Menurun

rev1

Karena semakin banyak restoran yang menawarkan opsi khusus, "kami ingin terus ... mendominasi ruang itu," kata Chidsey awal tahun ini.

Menurut perusahaan riset dan konsultan layanan makanan Technomic, penjualan di lokasi Subway AS telah turun dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah persaingan dari perusahaan makanan cepat saji lainnya, penjualan seluruh sistem di lokasi Subway AS telah turun menjadi USD 8,3 miliar pada 2020, yang turun dari USD 12,3 miliar pada 2013, yang saat itu merupakan tahun terbaik dari 15 tahun terakhir, menurut analisis Technomic.

Subway mengubah menunya dengan resep dan topping baru pada Juli 2021, yang membantu perusahaan itu meningkatkan penjualannya pada Agustus 2021.

Upaya filantropisnya dikelola The Peter and Carmen Lucia Buck Foundation, yang dia dirikan bersama mendiang istrinya pada 1999.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani
Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Mantan Kontraktor di Kota Tangerang Raup Rp25 Juta dari Jualan Jahe, Ini Rahasianya
Budidaya Cacing, Anak Muda Ini Berhasil Raup Keuntungan Jutaan Rupiah
Punya Niat Mulia, Begini Cerita Pria di Garut Angkat Gula Aren hingga Pasar Global
Lesu Jasa Servis Kamera Terdampak Pandemi
Berani Berubah: Jalan Hidup Seniman Menuju Angkringan
Siapa Bilang PKL Omzetnya Kecil? Pedagang Telur Gulung ini Raih Rp150 Juta Perbulan
Jualan di Pinggir Jalan, PKL Ini Raih Jutaan Rupiah di Hari Pertama

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini