Kisah Pilu Mark Cuban, Alami 3 Pemecatan Sebelum Jadi Orang Terkaya

Kamis, 25 April 2019 07:00 Reporter : Merdeka
Kisah Pilu Mark Cuban, Alami 3 Pemecatan Sebelum Jadi Orang Terkaya Orang terkaya Mark Cuban. ©2018 AFP Photo/Brad Barket/GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Merdeka.com - Perjalanan karir salah satu orang terkaya saat ini, Mark Cuban, berliku dan penuh penderitaan. Meskipun saat ini kekayaan miliarder Mark Cuban mencapai USD 4,1 miliar atau Rp 57,7 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.077), namun ternyata dulu dia pernah mengalami kegagalan bahkan hingga 3 kali dipecat.

Dilansir dari laman CNBC, Mark bahkan sampai tidak punya cukup uang untuk membuka rekening bank. "Ketika saya belum sukses dan hanya bisa berbaring di sofa, saya sampai tidak dapat membuka rekening bank," ujarnya.

Sebab, untuk membuka rekening bank dibutuhkan setidaknya USD 200, dan masih banyak hal lainnya. Sayangnya, tidak ada bank yang memberikan Mark Cuban kesempatan untuk hal tersebut.

Jiwa entrepreneur Mark Cuban memang sudah terlihat sejak kecil. Pada usia 12 tahun, Mark menjual banyak kantong sampah demi bisa membeli sepasang sepatu mahal. Di saat duduk di sekolah menengah, Cuban bekerja demi mendapat uang lebih seperti menjadi bartender, mengajar tari disko, dan promosi pesta.

Banyak yang begitu memandang rendah dirinya, namun sang Ibu tetap ingin Mark untuk belajar dan berusaha demi masa depannya.

Setelah lulus dari Universitas Indiana di Bloomington, Mark yang saat itu berusia 24 tahun pindah ke Dallas dengan hanya bermodalakan USD 60 atau lebih dari Rp 844.000.

Di sana dia menyewa apartemen dengan tiga kamar tidur seharga USD 600 per bulannya bersama lima temannya. Bahkan dia harus rela tidur di sofa atau di lantai, bahkan dia juga tidak memiliki lemari.

Saat itu, Mark bekerja sebaga bartender di sebuah klub untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun sempat mengalami pemecatan selama tiga kali. Namun akhirnya, Marka berhasil meraih suksesnya di dunia teknologi.

Ketika Mark mendapatkan pekerjaan ini, dia sadar jika pekerjaan ini sangat dia sukai dan bahkan sangat cocok dengan dirinya. Bahkan, dia rela untuk bekerja dan belajar selama tujuh hingga delapan jam per hari tanpa adanya istirahat.

Mulai dari situlah, Mark memulai bisnisnya sendiri, MicroSolutions. Namun sayangnya perusahaan ini telah dia jual ke CompuServe seharga USD 6 juta atau lebih dari Rp 84 miliar pada 1990.

Namun, lima tahun kemudian Mark dan temannya, Todd Wagner telah berhasil membuat layanan audio streaming online bernama Broadcast.com. Dari sini, mereka mampu mendengarkan game Hoosiers dari Texas.

Kemudian, Yahoo mengakuisisi bisnis ini yang telah memiliki nilai mencapai USD 5,7 miliar pada 1999.

Dengan perjalanan hidupnya yang cukup pahit, Mark mengatakan, "Tidak ada satu orang pun yang berharap lebih kepada saya, namun ternyata mereka salah."

Sebagai informasi, Mark Cuban lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 31 Juli 1958. Orang terkaya ini bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya bekerja sebagai tukang cat mobil, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini