Kisah mengharukan sukses Jack Ma sang pemilik baru Lazada

Rabu, 13 April 2016 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Jack Ma Alibaba. ©Reuters

Merdeka.com - <p>Alibaba membuat heboh Indonesia. Konsumen Tanah Air, khususnya pelanggan setia situs jual beli daring atau online, terkejut dengan pembelian situs ternama di Indonesia, Lazada oleh perusahaan raksasa asal China, Alibaba sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 13,1 triliun.

Lazada sejauh ini menjadi pemain yang diperhitungkan dalam industri jual beli daring. Bersamanya ada Tokopedia, BukaLapak, Zalora, hingga OLX.

Aksi Alibaba ini tentunya tidak terlepas dari tangan dingin seorang miliuner China bernama Jack Ma. Dalam membangun Alibaba, Jack Ma harus jatuh bangun mengarungi kerasnya dunia usaha. Perlu kesungguhan dan tekad setebal baja untuk menjadi sukses seperti sekarang ini.

Kisah sukses Ma hadir 19 tahun lalu saat dia pertama kali mengenal internet. Karena bisa berbahasa Inggris, pada saat itu dia menjadi bagian delegasi bisnis China untuk melawat ke Kota Seattle, Amerika Serikat.

Di sanalah, Ma bertemu sang mentor: seorang warga Negeri Paman Sam penggemar teknologi. Si bule cerita bermacam hal soal kehebatan internet dan peluang bisnis dari benda asing itu. Ambisi Ma berwirausaha memuncak. Dia muak jadi pengajar yang cuma dibayar Rp 180.000 per bulan.

Bermodal pinjaman dari sang paman senilai Rp 24 juta, Ma mendirikan sebuah layanan daftar nomor telepon dan identitas perusahaan seluruh China. Mirip Yellow Pages, tapi berbasis Internet.

Usaha ini dia lakukan dari apartemennya yang sempit tak lama selepas memahami apa itu internet dan seluk beluknya. Semua orang terus mengejeknya, orang buta komputer tapi coba-coba bisnis internet.

Butuh waktu tiga tahun, terbantu pula menanjaknya popularitas internet di kalangan pejabat pemerintah China, Ma berhasil mengembangkan bisnis. Pada 1999, dia mendirikan perusahaan fokus pada e-commerce diberi nama Alibaba. Karyawan awal 17 orang, semua teman-teman dekat.

Bisnis perusahaan ini apa saja: menjual barang, menawarkan voucher promo, pengiriman paket, bahkan kini sudah merambah pembayaran Internet (e-Payment) hingga pengelolaan investasi.

Kisah pilu Ma tidak berhenti saat Alibaba terbangun. Pada medio 2000, Jack Ma pernah dijadwalkan untuk memberikan pidato dalam sebuah konferensi teknologi di Berlin. Namun saat dia masuk ruangan, dari 500 tempat duduk, cuma terisi tiga orang. Kejadian miris ini tidak lantas menyurutkan tekadnya untuk memberikan pidato dan mendapat tepuk tangan meski hanya dari tiga orang.

Ma mengungkapkan dirinya sudah terbiasa dengan penolakan. Bahkan untuk masuk kuliah pun, Ma sudah terlebih dahulu ditolak tiga kali oleh kampus. Terparah ialah, selepas kuliah, 30 kali penolakan kerja diterimanya sampai nyaris membuat Ma putus asa.

"Saya mau menjadi polisi, mereka bilang saya tidak pantas. Bahkan saya melamar ke KFC di kota saya, dari 24 orang yang melamar hanya saya yang tidak diterima," kenang Ma seperti dikutip dari Business Insider.

Kini Alibaba hadir ke Indonesia dalam bentuk Lazada. Menarik ditunggu apa inovasi Jack Ma untuk memukau konsumen Indonesia. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. Lazada
  2. Alibaba
  3. Online Shop
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini