Kisah Fiona Wiputri, Menyulut Keuntungan Saat Pandemi dari Lilin Aromaterapi

Selasa, 29 September 2020 06:30 Reporter : Merdeka
Kisah Fiona Wiputri, Menyulut Keuntungan Saat Pandemi dari Lilin Aromaterapi Fiona Wiputri. ©2020 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Berawal dari kecintaannya terhadap wangi-wangian, mahasiswa Semester 3 Universitas Tangerang, Fiona Wiputri memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri pada bulan Juni 2020, tepat saat berlangsungnya pandemi. Dia memutuskan untuk mempelajari teknik pembuatan lilin aromaterapi agar tidak perlu membeli lagi dan bisa memproduksi sendiri.

"Karena suka, aku jadi mikir. Daripada beli terus, mending belajar bikin sendiri. Apalagi, sekarang sudah banyak tutorial di YouTube." ujarnya pada Tim Merdeka.com.

Keinginan untuk sekadar belajar dan memproduksi lilin sendiri akhirnya berkembang menjadi niat berbisnis. Fiona memutuskan untuk menjadikannya sebuah bisnis dan berhasil mendapat omset sebanyak Rp 2 - 3 Juta per bulan. Meskipun di bulan-bulan pertamanya menjual lilin, dia sempat diserang beberapa hambatan dan kegagalan.

Niat untuk membuat lilin aromaterapi sendiri sudah terkumpul dengan mantap pada Januari 2020. Saat itu, dia mulai menyiapkan barang-barang pendukungnya, bahan utama berupa soy waxnya, panci, sumbu, serta meracik wewangiannya sembari menjalankan kuliahnya.

"Itu juga kan nggak langsung berhasil. Aku gagal sekitar 4-5 kali, sampai tidak kehitung berapa banyak uangnya karena aku fokus buat nyari wangi yang tepat kayak gimana," ungkapnya.

Namun demikian, kegagalan tidak menutup niat mahasiswa Jurnalistik ini untuk lebih tekun membuat lilin aromaterapi tersebut. Saat libur semester di sekitar bulan Mei, Fiona mendapat banyak waktu kosong untuk lebih tekun meracik lilin-lilin aromaterapinya.

lilin aromaterapi de cresc

©Dokumentasi pribadi De Cresc

Akhirnya, sekitar akhir Mei, Fiona berhasil membuat lilin yang sudah lolos ujian dan dari yang merencanakan hanya untuk dipakai sendiri, dia memutuskan untuk menjual lilin tersebut. Melalui saluran dari uang tabungannya yang disisihkan sendiri, Fiona memberanikan dirinya untuk memulai bisnis ini.

"Aku memutuskan buat menjual selain karena passion sendiri, aku merasa lilin aromaterapi ini belum banyak dipakai orang, jadi orang-orang setidaknya harus mencoba. Apalagi lilin aromaterapi ini enak buat menenangkan diri. Selain itu, aku juga terinspirasi dari kakak-kakakku yang sudah mengelola bisnis mereka sendiri. Jadi, mau jadi lebih mandiri juga menghasilkan uang saku sendiri," jelas Fiona.

Untuk mendapatkan lilin yang layak dijual, Fiona selalu melakukan uji coba sederhana. "Test-nya tidak rumit sih. Setelah aku buat lilinnya, aku taruh di kamar mandi, setelah itu, aku tutup pintu kamar mandinya dan aku diamkan 10 menit. Kalau pas aku masuk lagi, udah wangi, artinya wanginya udah merebak dan keluar," tutur Fiona.

Baca Selanjutnya: Penghasilan Bulan Pertama...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wirausaha
  3. Bisnis
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini