Kisah di balik tutupnya toko online senilai Rp 785 miliar

Senin, 26 September 2016 12:48 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kisah di balik tutupnya toko online senilai Rp 785 miliar belanja online. shutterstock

Merdeka.com - Membuat sebuah perusahaan e-commerce atau online tidaklah semudah membalik telapak tangan. Banyak kendala dan tantangan harus dilalui, bahkan hingga akhirnya harus tutup.

Seperti yang dialami Dot & Bo yang tiba tiba tutup akhir pekan lalu. Padahal, nilai perusahaan toko mebel online ini sudah tembus USD 60 juta atau sekitar Rp 785 miliar.

Perusahaan mengumumkan pada situsnya bahwa mereka gagal menemukan investor baru untuk mendukung bisnisnya. Mereka sebelumnya akan diakuisisi oleh perusahaan besar, namun pembicaraan tidak pernah bulat.

"Kami sebelumnya sudah melakukan diskusi mendalam dengan perusahaan publik terkemuka. Kami sudah memiliki pelanggan setia pembeli perabot rumah tangga, tapi pada akhirnya kami tidak dapat menemukan pendukung visi-misi kami," kata CEO Dot & BO, Anthony Soohoo seperti dilansir dari Business Insider, Senin (26/9).

Dot & BO didirikan oleh Anthony mengincar generasi milenial yang membutuhkan mebel dan perabot rumah tangga. Belum lama ini, perusahaan memperluas bisnisnya dengan menawarkan jasa konsultasi furniture dan menaikkan nilai perusahaannya dari awalnya USD 20 juta menjadi USD 60 juta.

Kegagalan Dot & Bo menggarisbawahi bahwa tak mudah membuat perusahaan e-commerce. Saingan perusahaan besar selalu menghantui seperti Amazon. Namun demikian, ada juga yang berhasil seperti Jet.com dan Dollar Shave Club. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Online Shop
  2. E Commerce
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini