Kisah bekas taksi gelap Jakarta kini bernilai triliunan rupiah

Jumat, 3 Oktober 2014 16:30 Reporter : Ardyan Mohamad
Kisah bekas taksi gelap Jakarta kini bernilai triliunan rupiah Antrean taksi bandara. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Blue Bird bersiap menggelar penawaran saham perdana (IPO) terbesar di Bursa Saham Indonesia dalam kurun tiga tahun terakhir. Perusahaan taksi berwarna biru dan bergambar burung itu mencatatkan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) periode 2011-2013 tumbuh 23,7 persen.

Itu senilai Rp 3,9 triliun. Dari upaya mereka melepas 20 persen saham ke publik, Blue Bird diperkirakan bisa meraup Rp 4 triliun dana segar.

Siapa sangka, perusahaan taksi yang bermain di segmen reguler dan premium ini dulunya diawali dari bisnis tanpa izin. Hal itu diungkapkan Presiden Direktur Blue Bird Purnomo Prawiro saat berbincang dengan wartawan di Jakarta hari ini, Jumat (3/10).

Bisnis taksi ini dimulai dari nol oleh ibu kandungnya, almarhumah Mutiara Djokosoetono. Sosok wanita ini memang terkenal gemar berbisnis apa saja, termasuk berjualan batik dan telur buat mencukupi kebutuhan keluarga yang mepet.

Mendiang ayah mereka Djokosoetono meninggal pada 1965 ketika tiga anaknya, termasuk Purnomo, masih kecil. Beruntung, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian mengingat jasa sang ayah yang mengabdi sebagai dosen di sana. Keluarga almarhum memperoleh hibah dua buah mobil bekas. Itulah aset yang diputar oleh Mutiara menjadi bisnis taksi.

Mulailah kiprah taksi keluarga ini pada 1965. Mutiara melibatkan seluruh anaknya, termasuk menantu. Purnomo masih ingat, semua anak ikut banting tulang membesarkan perusahaan.

"Saya mulai dari nol sekali, saya ikut semua. Termasuk jadi pengemudi bemo," ujarnya.

Walaupun belum punya izin resmi, layanan taksi itu sudah menjalankan sistem argometer. Terobosan tak lazim dalam bisnis taksi di Ibu Kota pada masa itu.

Lucunya, nama "Chandra" melekat karena konsumen harus menelepon dulu supaya dijemput. Sang penerima panggilan itu Chandra. Jadi lewat mulut ke mulut, warga Jakarta menyebut usaha taksi Mutiara sebagai Taksi Chandra. [noe] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Taksi Blue Bird
  2. IPO
  3. Bursa Saham
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini