Kini Beli Reksadana di Bareksa Bisa Bayar Pakai OVO

Minggu, 2 Februari 2020 15:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Kini Beli Reksadana di Bareksa Bisa Bayar Pakai OVO Karaniya Dharmasaputra, Chief Executive Officer (CEO) Bareksa.com. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bareksa meluncurkan moda pembayaran pembelian reksadana menggunakan layanan uang elektronik OVO. Fitur ini akan menjadikan transaksi reksadana menjadi lebih cepat dan mudah bagi nasabah.

Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, menjelaskan ini merupakan langkah awal dari rencana besar Bareksa untuk melakukan sinergi platform einvestment dengan e-money. Sebelumnya, Bareksa juga memelopori sinergi e-investment dengan e-commerce di Indonesia, bersama Tokopedia dan Bukalapak.

Dengan menggunakan OVO sebagai moda pembayaran baru ini, menurutnya, transaksi nasabah akan semakin seamless, dan niscaya akan menjadi daya dorong berikutnya bagi penetrasi reksadana nasional. "Kisah sukses serupa telah kita saksikan di China di mana terjadi sinergi segitiga di antara platform e-commerce (Alibaba), e-money (Alipay), dan e-investment (Yu'e Bao)," ujar Karaniya di Jakarta, Minggu (2/2).

Fitur pembayaran e-money OVO ini juga, ditambahkan Karaniya, adalah untuk mengakomodasi preferensi dan kebutuhan banyak nasabah Bareksa yang merupakan generasi milenial. Sekitar 70 persen nasabah Bareksa berasal dari kalangan ini, yang terbiasa melakukan transaksi secara online, real time, dan seamless.

"Terobosan pembayaran menjadi sebuah keharusan di mana Indonesia sekarang memasuki era baru investasi yang didominasi segmen nasabah retail dengan volume transaksi yang luar biasa besar," Karaniya menambahkan.

Sebagai gambaran, di platform Bareksa, setiap hari diproses sekitar 5.000-6.000 transaksi. "Dan angka ini terus meningkat dari bulan ke bulan."

Berdasarkan laporan riset Morgan Stanley yang dilansir awal 2019, OVO digunakan oleh 73 persen responden yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini didorong oleh ekosistem layanan keuangan dan pembayaran OVO yang terus berkembang.

Bahkan pada akhir tahun lalu, OVO ditahbiskan Menkominfo saat itu, Rudiantara, sebagai unicorn Indonesia kelima. "OVO hadir untuk menyediakan akses layanan keuangan yang merata serta meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Setelah dikenal sebagai platform pembayaran digital terdepan, kami terus membangun sinergi untuk membangun layanan keuangan, termasuk dengan platform einvestasi seperti Bareksa. OVO percaya bahwa kolaborasi ini akan membuat budaya berinvestasi semakin dalam mengakar di berbagai lapisan masyarakat," kata Direktur OVO Harianto Gunawan.

Adanya fitur pembayaran reksadana menggunakan OVO diharapkan bakal semakin mendongkrak jumlah transaksi serta nilai dana kelolaan Bareksa, yang ditargetkan akan tumbuh sedikitnya dua kali lipat di 2020 dibanding tahun lalu. Saat ini, jumlah nasabah yang terdaftar di Bareksa sudah mencapai hampir 800.000 orang dengan dana kelolaan sekitar Rp2 triliun.

Adapun total dana masyarakat yang telah diinvestasikan di Bareksa sejak pertama kali mendapatkan lisensi dari OJK pada 2016, telah mencapai sekitar Rp6 triliun. "Kami sangat menghargai upaya OJK untuk terus mencari dan mendukung berbagai terobosan guna memanfaatkan teknologi digital untuk memperdalam penetrasi pasar keuangan kita. Salah satunya adalah pemanfaatan uang elektronik dalam transaksi e-investasi ini," Karaniya menambahkan.

Kebijakan progresif OJK dalam mengadopsi teknologi digital untuk memperdalam pasar keuangan, telah membuahkan hasil yang nyata. Hingga akhir Desember 2019, jumlah investor reksadana telah mencapai 1,8 juta atau naik 77,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca Selanjutnya: Lebih Mudah dari Transfer Bank...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini