Kinerja turun, jadi bukti Yamaha & Honda tak lakukan kartel?

Minggu, 31 Juli 2016 13:00 Reporter : Hana Adi Perdana
Kinerja turun, jadi bukti Yamaha & Honda tak lakukan kartel? 10 Motor terlaris di 2013. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus dugaan kartel yang menyeret dua pabrikan otomotif raksasa asal Jepang yakni PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) membuat keduanya geram. Kedua pemegang merek Honda (AHM) dan Yamaha (YIMM) masing-masing membantah.

Wakil Presiden Direktur YIMM, Dyonisius Betty menyebut jika pihaknya bersama AHM tidak melakukan kongkalikong terhadap harga sepeda motor matik. Dia berdalih, jika benar melakukan praktik kartel, maka kinerja perusahaannya tidak bakal turun dan tetap stabil.

"Ini Yamaha malah turun kan. Laba Yamaha juga sangat kecil," kata Dion usai menjalani persidangan di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (26/7).

Hal senada juga diungkapkan oleh Asisten GM Marketing Yamaha Indonesia, Mohammad Masykur. Dalam 3 tahun terakhir, penjualan Yamaha mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Tahun 2014 sebesar 2,371,082 unit, tahun 2015 turun menjadi 1,798,630 dan semester I 2016 sebesar 719,302," kata Masykur kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (30/7).

"Masa sulit dialami pada saat krisis 1998 dan mulai naik lagi demandnya sesudah 2001. Namun mulai semester 2 tahun 2014 demand sepeda motor mulai menurun sampai sekarang," sambungnya.

Kendati mengalami penurunan, penjualan skuter matik justru menyumbang kenaikan. "Komposisi model yang mengalami kenaikan adalah skuter matik yang 2015 kontribusinya 57,7 persen menjadi 69 persen di 2016," jelasnya.

Grafik menurun yang dialami oleh YIMM juga dialami oleh AHM. Meski mengalami penurunan, namun pangsa pasar AHM justru melonjak.

Dilansir Astra-Honda.com, AHM berhasil mengakhiri 2014 dengan mencetak angka penjualan sepeda motor Honda sebesar 5.051.100 unit atau pencapaian pertama dalam sejarah penjualan tertinggi Honda di dunia. Pencapaian ini juga mengukuhkan kepemimpinan Honda di pasar motor nasional dengan 64,2 persen pangsa pasar.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional hanya tumbuh 1,2 persen dari 7.771.014 unit pada 2013 menjadi 7.867.195 unit pada 2014. Kinerja penjualan sepeda motor Honda tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pasar nasional yaitu sebesar 7,5 persen dari 4.700.871 unit pada 2013 menjadi 5.051.100 unit.

Penyumbang terbesar penjualan sepeda motor Honda ini berasal dari 5 model terlaris yaitu Honda BeAT FI sebesar 2.117.948 unit, Honda Vario series sebesar 1.454.685 unit, Honda Supra series sebesar 368.159 unit, Honda Revo series sebesar 322.682 unit, dan Honda Scoopy sebesar 285.830 unit. Kelima model ini sekaligus menjadi model terlaris di setiap segmen masing-masing di pasar motor nasional.

Sementara tahun 2015, AHM mencatat pangsa pasar sebesar 68,7 persen atau tumbuh 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya melalui penjualan sebesar 4,45 juta unit. Pencapaian ini ditopang oleh semakin kuatnya penetrasi motor Honda di setiap segmen menyusul meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan terbaik yang diberikan perusahaan di tengah beragam tantangan di industri otomotif.

Berdasarkan data yang diolah dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang tahun 2015 penjualan motor nasional mengalami penurunan 17,6 persen atau hanya mampu terjual 6.480.155 unit jika dibandingkan dengan data penjualan 2014 yang mencapai 7.867.195 unit.

Sedangkan pada semester I-2016, penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar 7 persen menjadi 3 juta unit. Sementara penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor(AHM) mengalami kenaikan 1 persen menjadi 2,2 juta unit, sehingga pangsa pasarnya meningkat dari 67 persen menjadi 73 persen. AHM telah meluncurkan tiga model baru dan tujuh model revamped selama periode ini.

"Tantangan pada semester pertama tahun ini yang berasal dari pelemahan harga komoditas dan permintaan terhadap alat berat, penurunan volume bisnis kontraktor pertambangan dan peningkatan kredit bermasalah di Permata Bank masih akan dirasakan hingga akhir tahun. Kendati demikian, kami berharap kinerja dari bisnis pembiayaan konsumen dan otomotif masih solid," kata Presiden Direktur AHM, Prijono Sugiarto.

Gambaran tersebut jelas menunjukkan jika kinerja dua pabrikan negeri sakura tersebut tidak stabil dan mengalami pasang surut. Sehingga bantahan YIMM bahwa pihaknya bersama Honda melakukan kartel adalah tidak benar. Namun, semua itu akan diputuskan pada hasil sidang yang sudah dilakukan pada Selasa (26/7) lalu.

"Bagaimana kita melakukan kartel? bisa lihat sendiri penjualan kita naik turun," tutup Masykur. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini