Kinerja industri lesu buat pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal negara dunia

Selasa, 2 Januari 2018 11:15 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Pembukaan bursa saham 2018. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) resmi melakukan pembukaan pasar modal 2018. Dalam sambutannya, Wapres JK sempat menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2017 tidak sesuai harapan karena hanya mencapai 5,06 persen dari target pemerintah 5,2 persen.

"Hampir semua indikator ekonomi nasional kita membaik walaupun terjadi anomali kenapa larinya tidak terlalu kencang. Sama dengan manusia, tekanan darah baik, kolesterol baik, jantung baik, semua baik. Tapi kenapa pertumbuhan kita tidak secepat negara lain?," tanya Wapres JK dalam sambutan pembukaan perdagangan pasar modal, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/1).

Menanggapi pernyataan Wapres JK, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, penyebab utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dibanding dengan negara lain ialah rendahnya kontribusi sektor industri. Di mana, sektor industri negara lain lebih besar peranannya terhadap perekonomian.

"Tahun 2017 ini memang ekonomi beberapa negara yang tadinya rendah pertumbuhannya mulai meningkat dan bahkan melebihi pertumbuhan Indonesia. Seperti Malaysia bahkan Singapura. Sehingga bapak wapres mempertanyakan kenapa kita belum, memang kalau diliat perbedaan utamanya, mereka punya sektor industri yang jauh lebih besar peranannya dalam perekonomian," kata Menko Darmin.

Selain itu, negara-negara yang pertumbuhan ekonomi membaik, berorientasi pada kinerja ekspor. "Sehingga dia (pertumbuhan ekonomi Indonesia) tidak terlalu cepat juga dibanding dengan negara yang industrinya untuk mengekspor cukup berperan," ujarnya.

Menko Darmin melanjutkan bahwa saat Pemerintahan Jokowi-JK dimulai, sudah sangat disadari bahwa harus mendorong pertumbuhan sektor industri. Hanya saja, katanya, waktu itu tengah terjadi gejolak perekonomian dunia melambat.

"Tapi kita mau tidak mau harus masuk ke sektor industri, harus mempercepat dan kita sedang mengidentifikasi dengan menteri perindustrian industri apa saja yg harus kita kembangkan," terangnya.

Menko Darmin menambahkan, jika Indonesia bertahan dengan sumbangan dari konsumsi dalam negeri maka pertumbuhannya tidak akan besar. Maka dia meminta harus mulai mendorong kembali sektor ekspor.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.