Kinerja Industri FMCG 2020 Disebut Alami Kontraksi Terburuk dalam 20 Tahun

Selasa, 6 April 2021 12:48 Reporter : Merdeka
Kinerja Industri FMCG 2020 Disebut Alami Kontraksi Terburuk dalam 20 Tahun Ilustrasi supermarket. © therichest.com

Merdeka.com - Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Anggara Hans Prawira mengatakan, kinerja 2020 sektor ritel atau fast moving consumer goods (FMCG) mengalami kontraksi terburuk selama 20 tahun terakhir. Di mana, FMCG terkontraksi hingga 5,9 persen.

"Saya kira industri ritel terutama fast moving consumer goods, itu juga berdampak pada ini secara langsung. Kalau kita lihat data total FMCG Indonesia tahun 2020 itu kita mengalami kontraksi kurang lebih sekitar 5,9 persen," kata Anggara dalam Forum Indonesia Bangkit Vol.1, Selasa (6/4).

Kata Anggara, berdasarkan catatan dari data Nielsen, dalam 20 tahun terakhir industri FMCG tidak pernah mengalami kontraksi sebesar itu. Di mana, pada 2018, FMCG mengalami kontraksi hanya 1 persen saja.

"Sepanjang yang saya catat ya selama 20 tahun terakhir industri FMCG tidak pernah mengalami kontraksi yang paling jelek itu tahun 2018 kita tumbuh sekitar 1 persen, ini menurut data Nielsen ya," ujarnya.

Hal itu disebabkan karena penurunan daya beli konsumen di masa pandemi covid-19 pada 2020, terutama bagi segmen menengah ke bawah. Ditambah dengan adanya pembatasan sosial yang diyakini untuk mencegah penularan virus covid-19 semakin meluas, hal itu sangat mempengaruhi sektor ritel.

"Secara umum memang pandemi ini sangat berdampak pada bisnis ritel. Kita lihat perjalanan tahun 2020 kita mengawali tahun 2020 dengan sangat optimis kuartal pertama bagus sekali. Apalagi di bulan Maret itu untuk industri ritel mengalami panic buying paling luar biasa animo masyarakat belanja," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini