Kinerja Dahana Terdampak Lesunya Industri Pertambangan

Selasa, 12 November 2019 14:23 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kinerja Dahana Terdampak Lesunya Industri Pertambangan tambang. shutterstock

Merdeka.com - Direktur Utama PT Dahana (Persero), Budi Antono, mengakui kinerja perusahaan saat ini telah terdampak terhadap lesunya industri pertambangan. Ini dikarenakan, kontribusi bisnis dari Perseroan adalah menjual bahan peledak untuk industri pertambangan.

Budi mengatakan, kejadian pada tahun ini sebenarnya hampir sama dengan peristiwa beberapa tahun lalu. Saat itu, bisnis bahan peledak di perusahaannya terganggu karena anjloknya harga komoditas batubara.

"Jadi contoh lima tahun lalu ketika harga batubara turun itu juga berdampak ke Dahana karena supply bahan peledak," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (13/11).

Oleh karena itu, pihaknya kini menyiapkan beberapa strategi agar bisnis penjualan bahan peledak ini bisa tetap jalan. Caranya dengan melakukan kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membeli bahan peledak dari Dahana. Karena memang saat ini, pembelian bahan peledak yang dilakukan oleh TNI baru sekitar 13 persen saja.

Dirinya ingin agar TNI bisa meningkatkan pembelian di Dahana menjadi 35 persen. Mengingat, bahan peledak yang diproduksi oleh Dahana memiliki sertifikat dan sudah terbukti kualitasnya.

Di sisi lain, Perseroan juga akan mulai merambah kepada bisnis lainnya. Misalnya bisnis properti seperti yang dilakukan oleh perseroan di Banten dengan membangun asrama. "Itu makannya kita punya inovasi cotohnya dengan anak militer. Anak militer kan memang fluktuasi. Tapi kita punya proyek lain itu proyek Banten. Jadi bisa tertutup revenuennya,” jelasnya.

Dia meyakini, dengan upaya-upaya yang dilakukan itu, kinerja perusahaan secara keseluruhan tidak terganggu. Karena Perseroan akan mendapatkan uang tambahan dari bisnis lainnya.

"Kalau batubara anjlok lalu Dahana ke konstruksi. Infrastruktur. Jadi tidak masalah ke batubara saja tapi ke konstruksi infrastruktur dan militer," pungkas dia.

1 dari 1 halaman

Bangun Pabrik Bahan Peledak di Timor Leste, Dahana Siapkan Rp15 T

PT Dahana (Persero) akan mulai membangun pabrik bahan peledak di Timor Leste pada 2020 mendatang. Pabrik tersebut nantinya ditargetkan bisa beroprasi pada pertengahan 2020 atau tepatnya pada Juli 2020.

Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 10-15 triliun untuk pembangunan pabrik di Timur Leste. Adapun kapasitas pabrik tersebut hanya sebesar 1.000 ton bahan peledak per tahunnya.

"Nanti kita bangun pabrik kebetulan tanggal 13 atau 15 November orang Timur Leste ke sini. Negosiasi," kata dia saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/11)

Budi mengatakan, pembangunan pabrik dicanangkan juga untuk mensuplai keperluan bahan peledakan di proyek kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste. Di mana, pelabuhan itu nantinya bakal rampung pada 2022 dan diresmikan sebagai pelabuhan terbesar (internasional) di Timor Leste untuk kegiatan bongkar muat peti kemas.

"Kalau Tiimor Leste untuk pelabuhan internasional. Karena di sana Timor Leste banyak gunung daripada bongkar gunung mending buka terowongan," kata dia.

BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak komersial dan militer tersebut, selama ini hanya mensuplai bahan peledak ke Timor Leste. Dengan pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat lebih menguntungkan dari kedua belah pihak.

Sebelumnya, PT Dahana (Persero) menggandeng perusahaan lokal Incanto Weste Unipessoal LDA untuk keperluan peledakan di proyek kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste. Kerjasama ini berbuah ekspor bahan peledak Dahana ke Timor Leste yang dikirim dalam tiga kali pengiriman.

Adapun bahan peledak yang diekspor berupa dayagel, detonator electric dan non electric, detonating cord serta amonium nitrat. "Betul, kami mengekspor bahan peledak ke Timor Leste untuk project kuari ini. Bahan peledak dikirim dalam tiga kali pengiriman, masing-masing pengiriman 11 kontainer dengan nilai kontrak senilai USD 420 ribu," kata Direktur Utama PT Dahana (Persero), Budi Antono lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.

[bim]

Baca juga:
Pertamina Lakukan Eksplorasi Terbesar se-Asia Pasifik dan Australia
Ajukan 3 Nama, Menteri Erick Sebut Dirut Inalum Anyar Ditentukan dalam 2 Hari
Tekan Impor Bahan Baku Peluru, Dahana Bangun Pabrik Rp 2,3 T di Subang
Bangun Pabrik Bahan Peledak di Timor Leste, Dahana Siapkan Rp 15 T
Bulog Manfaatkan Jaringan Aprindo Jual Beras Medium di Toko Ritel
Menteri Erick Sepakat Kejaksaan Agung Ikut Selesaikan Masalah Jiwasraya
Waskita Beton Precast Bangun 2 Pabrik Produksi Bantalan Rel Kereta

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini