Kimia Farma resmikan klinik Hemodialisa dan apotek ke 1.000 di Bandung

Kamis, 28 Desember 2017 12:42 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kimia Farma resmikan klinik Hemodialisa dan apotek ke 1.000 di Bandung gedung kimia farma. flickr.com

Merdeka.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Persero) meresmikan klinik Hemodialisa sekaligus menggelar launching apotek yang ke 1.000. Acara tersebut diresmikan oleh Wakil Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial dan Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir.

Honesti mengatakan peresmian tersebut merupakan bukti komitmen Kimia Farma dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya masyarakat kota Bandung.

"Ini membuktikan komitmen dan keseriusan Kimia Farma untuk meningkatkan pelayanan di Kota Bandung sesuai slogannya Bandung juara, kalau mau juara masyarakatnya harus sehat," ujar Honesti di Klinik Hemodialisa, Bandung, Kamis (28/12).

Klinik Hemodialisa Bandung merupakan produk layanan kesehatan baru dari Kimia Farma dengan keunggulan antara lain berada di lokasi strategis di tengah Kota Bandung dengan fasilitas lengkap dan terintegrasi dengan klinik dan laboratorium klinik, waktu pelayanan yang flexible disesuaikan dengan permintaan pasien dan juga layanan antar jemput pasien dari dan menuju klinik.

"Jadi keberadaan dari klinik Hemodialisa ini merupakan suatu hal yang sangat tepat bagi kami untuk mendukung program pemerintah khususnya pemerintah Kotamadya Bandung, kita mengetahui bahwa gaya hidup masyarakat itu juga merupakan pengaruh yang sangat besar dalam kesehatan," jelasnya.

Klinik hemodialisa mengusung konsep homey atau pelayanan cuci darah layaknya di rumah sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kepuasan, kualitas dan harapan hidup pasien, terutama untuk para penderita diabetes dan hipertensi yang telah memasuki tahapan CKD (Chronic Kidney Disease).

"Dalam rangka untuk memberikan langkah kuratif (mengobati) dan tentunya tidak melakukan langkah kuratif saja, preventif juga kami siapkan."

Dalam kesempatan serupa, Wakil Walikota Bandung, Oded Muhammad Daniap menyatakan apresiasinya, Kimia Farma telah membuktikan membangun sebuah kolaborasi kebersamaan dengan Pemerintah Kota Bandung khususnya dalam urusan kesehatan.

Oded mengungkapkan, beberapa waktu belakangan jumlah penderita gagal ginjal sudah semakin tinggi. Sehingga, keberadaan Klinik Hemodialisa tersebut diharapkan bisa membantu pasien.

"Berdasarkan catatan yang saya dapatkan ternyata hampir 54 persen bahkan tahun ini katanya bertambah 2 persen jadi 56 persen masyarakat yang gagal ginjal pada umumnya adalah masyarakat generasi umur produktif di bawah 55 tahun."

"Ini barangkali tidak bisa hanya sekedar mempersiapkan, bagaimana kita memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat kita agar dalam pola hidup dan pola makan ini lebih sehat lagi," tambahnya.

Kimia Farma telah menyediakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di seluruh wilayah lndonesia, dimana pada saat yang sama merupakan grand launching apotek yang ke 1.000 dan klinik kesehatan ke 500.

Hingga kini Kimia Farma telah memiliki 10 optik, 47 laboratorium klinik dan 47 cabang Trading dan Distribution. Sebanyak 161 klinik telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini