Kilang minyak diservis, alasan Hatta soal impor migas naik

Kamis, 7 November 2013 14:26 Reporter : Ardyan Mohamad
Kilang minyak diservis, alasan Hatta soal impor migas naik Hatta hadiri Ground breking semen merah putih. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Neraca perdagangan pada September 2013 masih dibayangi persoalan defisit lantaran tingginya impor minyak dan gas (migas). Minimnya pasokan migas dari dalam negeri membuat keran impor membesar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa beralibi, dari informasi pelaku industri migas, beberapa kilang sedang mengalami perbaikan. Itu sebabnya pasokan tersendat. Lantaran persoalannya teknis, Hatta yakin tren defisit neraca perdagangan tidak akan bertahan lama.

"Kemarin migas kita meningkat impor migasnya. Karena kilang kita itu sedang diservis ya, sehingga impor meningkat, enggak bisa suplai dari dalam. Saya harap ini temporer," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/11).

Hatta juga meyakini persoalan akun neraca transaksi berjalan bakal membaik ketika datanya dilansir. Salah satu indikatornya, besaran defisit transaksi berjalan kini lebih kecil dibanding defisit neraca perdagangan.

"Kalau kemarin 4,4 persen, triwulan III akan lebih baik trennya. Kita lihat neraca berjalan sebetulnya sudah membaik dari neraca perdagangan kita," urainya.

Dari data badan Pusat Statistik (BPS) pekan lalu, defisit akibat migas pada triwulan III 2013 mencapai USD 9,74 miliar. Imbasnya, defisit perdagangan mencapai USD 6,26 miliar dalam periode tersebut.

Kementerian Perdagangan sudah mewanti-wanti bahwa tren impor migas akan berlanjut sampai akhir tahun jika tidak ditangani dengan baik.

"Defisit USD 9,7 miliar di migas akan bertahan di akhir tahun. Ini karena pertumbuhan importasi migas masih tinggi," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Migas
  3. Ekspor Impor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini