KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kilang apung Malaysia dinilai tak bisa jadi patokan Blok Masela

Jumat, 11 Maret 2016 14:09 Reporter : Hana Adi Perdana
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman mengakui keberhasilan Malaysia membangun kilang apung untuk lapangan gas alam cair di lepas pantai Sarawak. Namun, itu tak bisa dijadikan patokan untuk Blok Masela di Maluku.

Tenaga Ahli bidang Energi Kementerian Koordinator bidang Maritim Haposan Napitupulu mengatakan lapangan migas di Malaysia lebih kecil ketimbang Blok Masela.

"Ya betul Petronas membangun Floating LNG dengan justifikasi bahwa lapangan yang dibangun Petronas itu adalah kecil dan tidak termanfaatkan selama ini," ujar Haposan, Jakarta, Jumat (11/3).

Lebih lanjut dia menjelaskan Malaysia memilih kilang apung lantaran kesulitan membangun fasilitas pengolahan di darat (onshore). Pengaliran gas ke darat melalui pipa akan mubazir karena kecilnya lapangan migas.

"Lapangannya itu kecil dan diproyeksikan cuma 3-5 tahun. Dan kalau bangun pipa ke darat yang jauh, cuma 3-5 tahun terlalu mubazir. Jadi dibangun pakai kapal, sehinga jika migasnya sudah habis pindah lagi ke lapangan yang kecil-kecil," katanya.

Selain itu, menurut Haposan, kilang apung menjadi kebanggaan Malaysia. Sebab, fasilitas tersebut dibangun berkat kerja keras sendiri.

"Dibangun oleh Petronas sendiri, bukan oleh Shell. Sehingga poverty right atau kebanggaannya si Petronas bisa ngomong. Lain dengan Masela, Pertamina atau Indonesia tidak bisa ngomong. Shell yang sukses bangun Floating LNG." [yud]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.