Keuntungan untuk Utang Indonesia Saat RI Kembali Menjadi Negara Menengah Bawah

Jumat, 16 Juli 2021 21:34 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Keuntungan untuk Utang Indonesia Saat RI Kembali Menjadi Negara Menengah Bawah Utang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri mengatakan, peningkatan utang luar negeri (ULN) Indonesia di tengah COVID-19 bukanlah hal yang krusial. Menurut dia, peningkatan ULN tidak terlalu menjadi masalah karena bentuknya mayoritas mendekati hibah yang berasal dari kerja sama bilateral, seperti dengan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

"ULN ke depannya masih akan naik dan saya tidak melihat ada yang krusial," ujar Faisal seperti dikutip dari Antara dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (16/7).

Selain itu, tingkat bunga yang harus dibayarkan saat mengembalikan pinjaman luar negeri cenderung lebih rendah. Mengingat Indonesia kembali turun kelas ke kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah.

"Ini menjadi salah satu hikmah dari penurunan kelas tersebut," kata Faisal.

Maka dari itu, Faisal berpendapat bahwa menarik pinjaman justru lebih baik dilakukan pemerintah saat ini dibanding menerbitkan surat utang yang memiliki bunga lebih tinggi.

Di sisi lain, terdapat risiko kemungkinan penjualan kembali surat utang yang dimiliki asing ke pasar jika prospek pemulihan ekonomi Indonesia tidak menentu atau kemungkinan pulih lebih lama dari pandemi.

2 dari 2 halaman

Utang Indonesia per Mei 2021

per mei 2021

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2021 sebesar USD 415 miliar, turun 0,6 persen dibanding utang luar negeri periode April 2020 sebesar USD 417,6 miliar, yang terutama didorong turunnya posisi ULN Pemerintah.

Secara tahunan, ULN Indonesia pada Mei 2021 meningkat sebesar 3,1 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 4,9 persen.

Namun, struktur ULN Indonesia tetap sehat dan didukung penerapan prinsip kehati-hatian, ditunjukkan oleh dominasi ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,5 persen.

[bim]

Baca juga:
Lapindo Protes Sebut Nilai Pelunasan Utang ke Pemerintah Terlalu Tinggi
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.023 Triliun di Mei 2021
AIIB Beri Utang Rp7,2 Triliun ke Indonesia untuk Perluas Distribusi Vaksin
Curi Perhatian, Begini Aksi Penjual Pasang Poster Hindari Pembeli Utang
Pemerintah Jokowi Kantongi Rp34 Triliun dari Lelang 7 Seri Surat Utang Negara
Daftar Tunggakan Utang Pemerintah Terkait Penanganan Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini