Kesulitan dan Kendala Industri Dalam Negeri Gunakan Produk Asli Indonesia

Kamis, 29 April 2021 18:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Kesulitan dan Kendala Industri Dalam Negeri Gunakan Produk Asli Indonesia Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim menilai pelaku industri di dalam negeri memiliki masalah terhadap komitmen penggunaan produk dalam negeri. Menurutnya, bukan menjadi hal yang mudah untuk memastikan produk buatan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Beberapa industri kita ini sebenarnya punya masalah dalam hal komitmen untuk menggunakan produk dalam negeri," kata Silmy dalam Webinar Strategi Membangkitkan Kembali Sektor Industri di Indonesia, Jakarta, Kamis (29/4).

Silmy menyebut, pelaku industri di Indonesia tidak kompak seperti Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat yang bekerja sama dalam menghasilkan gerakan ekonomi. Seringnya, industri dalam negeri justru mencari celah dan beralasan untuk tidak menggunakan produk buatan dalam negeri.

"Kecenderungannya, kita hina produk dalam negeri dan mencari alasan buat impor," ungkapnya.

Tak hanya itu, implementasi kebijakan sering juga tidak sinkron dengan tujuan membangun negeri lewat industri. Dibukanya keran impor tidak sejalan dengan berbagai kampanye untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

"Sekarang ada ketidaksinkronan impor dan kebijakan membangun industri dalam negeri," kata dia.

Silmy mengatakan, di era sebelum reformasi, pemerintah sangat mengedepankan penggunaan produk dalam negeri. Sebisa mungkin pemerintah menekan keran impor agar produk anak bangsa memiliki pasar yang jelas. Bahkan, kala itu ada kementerian khusus yang bertanggungjawab untuk memastikan produk dalam negeri digunakan.

"Zaman Pak Soeharto ini ada menteri muda yang membidangi produk dalam negeri, Pak Ginanjar. Di zaman Bung Karno ini ada juga satu kementerian yang mengurusinya," kata dia.

Baca Selanjutnya: Kesiapan Pengambil Keputusan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini