Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kesulitan dan Kendala Industri Dalam Negeri Gunakan Produk Asli Indonesia

Kesulitan dan Kendala Industri Dalam Negeri Gunakan Produk Asli Indonesia Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim menilai pelaku industri di dalam negeri memiliki masalah terhadap komitmen penggunaan produk dalam negeri. Menurutnya, bukan menjadi hal yang mudah untuk memastikan produk buatan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Beberapa industri kita ini sebenarnya punya masalah dalam hal komitmen untuk menggunakan produk dalam negeri," kata Silmy dalam Webinar Strategi Membangkitkan Kembali Sektor Industri di Indonesia, Jakarta, Kamis (29/4).

Silmy menyebut, pelaku industri di Indonesia tidak kompak seperti Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat yang bekerja sama dalam menghasilkan gerakan ekonomi. Seringnya, industri dalam negeri justru mencari celah dan beralasan untuk tidak menggunakan produk buatan dalam negeri.

"Kecenderungannya, kita hina produk dalam negeri dan mencari alasan buat impor," ungkapnya.

Tak hanya itu, implementasi kebijakan sering juga tidak sinkron dengan tujuan membangun negeri lewat industri. Dibukanya keran impor tidak sejalan dengan berbagai kampanye untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

"Sekarang ada ketidaksinkronan impor dan kebijakan membangun industri dalam negeri," kata dia.

Silmy mengatakan, di era sebelum reformasi, pemerintah sangat mengedepankan penggunaan produk dalam negeri. Sebisa mungkin pemerintah menekan keran impor agar produk anak bangsa memiliki pasar yang jelas. Bahkan, kala itu ada kementerian khusus yang bertanggungjawab untuk memastikan produk dalam negeri digunakan.

"Zaman Pak Soeharto ini ada menteri muda yang membidangi produk dalam negeri, Pak Ginanjar. Di zaman Bung Karno ini ada juga satu kementerian yang mengurusinya," kata dia.

Kesiapan Pengambil Keputusan

Untuk itu, yang perlu dilakukan untuk membuat produk dalam negeri menjadi tuan rumah, yaitu kesiapan dari pengambil kebijakan atau pemegang proyek-proyek untuk melakukannya. Misalnya dalam pembangunan kilang sampai menjadi produk harus dilakukan dengan menggunakan produk dalam negeri dan menjamin ketersediaan pasarnya.

"Jadi dikawal dari awal sampai akhir. Itu yang diperlukan, bukan hanya dalam konteks kebijakan tapi juga kesiapan dalam mewujudkannya," kata dia.

Di sisi lain, tak dapat dipungkiri menjual produk lebih mudah ketimbang harus memproduksinya sendiri. Sehingga jalan pintas ini yang diambil tanpa peduli dengan nilai tambah yang bisa didapat justru lebih banyak ketika bisa memproduksi produk sendiri.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Indonesia Dibanjiri Produk Tekstil Impor Hingga Berujung PHK, Ternyata Ini Penyebabnya
Indonesia Dibanjiri Produk Tekstil Impor Hingga Berujung PHK, Ternyata Ini Penyebabnya

Lonjakan impor pada Mei 2024 menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dengan perlindungan produsen dalam negeri.

Baca Selengkapnya
Sri Mulyani Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2024
Sri Mulyani Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2024

Proyeksi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen itu didorong oleh penyelenggaraan pemilu secara serentak 2024.

Baca Selengkapnya
Sisi Lain Jepang yang Jarang Terungkap, Kehidupan di Desanya Kalah Jauh dari Indonesia?
Sisi Lain Jepang yang Jarang Terungkap, Kehidupan di Desanya Kalah Jauh dari Indonesia?

Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang ternyata juga mempunyai sisi lain yang tidak banyak diketahui orang kebanyakan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jokowi Kaget Lulusan S2 dan S3 Indonesia Kalah dari Vietnam dan Malaysia
Jokowi Kaget Lulusan S2 dan S3 Indonesia Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Jokowi bakal menggelontorkan anggaran agar populasi produktif S2 dan S3 di Indonesia bisa meningkat drastis.

Baca Selengkapnya
Pengembangan Ekonomi Hijau di Indonesia Belum Menggiurkan Buat Investor
Pengembangan Ekonomi Hijau di Indonesia Belum Menggiurkan Buat Investor

Ekonomi hijau dinilai sebagai solusi dari sistem ekonomi eksploitatif yang selama ini cenderung merusak lingkungan.

Baca Selengkapnya
Kementerian Ini Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masa Depan
Kementerian Ini Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masa Depan

Kunci sukses terletak pada sukses atau tidaknya membenahi kementerian dan kebijakan industrinya.

Baca Selengkapnya
Mengenal Sosok Ribka Haluk, Satu-satunya Pj Gubernur Wanita di Papua yang Curi Perhatian
Mengenal Sosok Ribka Haluk, Satu-satunya Pj Gubernur Wanita di Papua yang Curi Perhatian

Ribka kedapatan hadir di rapat koordinasi inflasi indonesia yang dipimpin langsung oleh presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Baca Selengkapnya
Indonesia Jalin Kerjasama Teknologi Pertanian dengan Iran
Indonesia Jalin Kerjasama Teknologi Pertanian dengan Iran

Kementan bersama Iran sepakat membangun kerjasama penguatan kerjasama mekanisasi.

Baca Selengkapnya
Korea Selatan Hadapi Badai Ekonomi, 400 Ribu Anak Mudanya Menyerah Cari Kerja
Korea Selatan Hadapi Badai Ekonomi, 400 Ribu Anak Mudanya Menyerah Cari Kerja

Mereka kehilangan motivasi karena ketersediaan lapangan pekerjaan formal semakin menurun.

Baca Selengkapnya