Kesepakatan AS dengan Kanada Dan Meksiko Diharapkan Redam Perang Dagang

Senin, 10 Juni 2019 13:46 Reporter : Merdeka
Kesepakatan AS dengan Kanada Dan Meksiko Diharapkan Redam Perang Dagang perang dagang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Dampak perang dagang mengakibatkan pertumbuhan ekspor negara-negara di dunia ikut menurun. Kendati begitu, pasca melunaknya tensi dagang antara Amerika Serikat (AS) terhadap dua mitra dagangnya, yakni Kanada dan Meksiko diharapkan dapat menurunkan panasnya tensi perang dagang yang tinggi terhadap China.

"Terkait global ekspor itu semua mengalami penurunan akibat (perang dagang). Untuk growth ekspor sendiri tampaknya baru Vietnam dan India saja yang masih belum turun," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir di Gedung Kemenko, Senin (10/6).

Dia melanjutkan, kelanjutan perang dagang AS-China ke depan akan ditentukan dari hasil pertumbuhan ekonomi AS triwulan II di tahun ini.

"Kepastiannya itu setelah pertumbuhan triwulan kedua, kalo hasilnya pertumbuhan ekonomi AS menurun, itu pasti nggak akan berlangsung lama ketegangan AS-China. Tapi kalau turun, saya termasuk yakin nggak mungkin AS ngotot terus menerus perang dagang tensi tinggi seperti sekarang ini," ujarnya.

Sementara itu, untuk Indonesia sendiri, pihaknya menilai pemerintah sebaiknya mengurangi impor terlebih dahulu untuk produk-produk berpengaruh langsung. Produk itu ialah barang belanja modal yang bisa diproduksi di dalam negeri.

"Karena impor kita kontraksinya lebih besar dari ekspor akibat perang dagang ini maka salah satu caranya ialah mengerem dulu impor yang tidak berpengaruh langsung dan bisa diproduksi dalam negeri," kata dia.

"Berpengaruh langsung itu misalnya barang-barang belanja modal, kalau mesin-mesin bagus tuh untuk investasi, ya jangan di rem. Bisa mengenerate lapangan pekerjaan, output baru dalam ekonomi," tambahnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini