Kesalahan Terbesar Orangtua dalam Mengajarkan Keuangan kepada Anak

Kamis, 1 Agustus 2019 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Kesalahan Terbesar Orangtua dalam Mengajarkan Keuangan kepada Anak ilustrasi ibu dan anak. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Sudah menjadi kewajiban orangtua untuk mengajarkan tentang keuangan kepada anak. Cara para orangtua dalam mengajarkan akan berpengaruh besar terhadap pandangan seorang anak terhadap uang. Sayangnya, masih banyak orangtua yang salah dalam mendidik anaknya tentang keuangan.

Seorang investor, pengusaha, dan philanthropist asal Amerika Serikat, Warren Buffett mengatakan kesalahan terbesar yang dilakukan orang tua ketika mengajar anak-anak tentang uang adalah orangtua menunggu sampai anak-anak mereka berada di usia remaja untuk berbicara tentang uang.

Padahal, para peneliti telah mencatat bahwa 80 persen dari pertumbuhan otak manusia terjadi pada usia 3 tahun. Satu studi dari Universitas Cambridge menemukan bahwa anak-anak sudah dapat memahami konsep uang dasar antara usia 3 dan 4. Dan pada usia 7 tahun, konsep dasar yang berkaitan dengan perilaku keuangan masa depan biasanya telah berkembang.

"Kebanyakan orang tua sudah tahu betapa pentingnya untuk mengajar anak-anak mereka tentang uang dan bagaimana cara mengelolanya dengan benar. Tetapi ada perbedaan antara mengetahui dan mengambil tindakan," kata Buffett dilansir CNBC Make It.

Menurut survei tahun 2018 dari T. Rowe Price, hanya 4 persen orangtua yang mengakui mereka mulai berdiskusi topik keuangan dengan anak-anak mereka sebelum usia 5 tahun.

Pada 2011, Buffett membantu meluncurkan serial animasi anak-anak yang disebut "Secret Millionaire's Club," yang menampilkan dirinya sebagai mentor bagi sekelompok siswa.

Ada 26 episode dalam pertunjukan, dan masing-masing episode membahas pelajaran keuangan, seperti bagaimana kartu kredit bekerja atau mengapa penting untuk melacak di mana Anda menyimpan uang Anda. "Saya mengajar semua anak saya pelajaran yang diajarkan di Secret Millionaires Club. Itu adalah pelajaran sederhana yang dimaksudkan untuk bisnis dan seumur hidup."

Berikut tips dari Buffett tentang cara mengajarkan tentang uang kepada anak-anak:

Bagaimana menjadi pemikir yang fleksibel

Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk mendorong anak-anak Anda untuk tidak menyerah hanya karena sesuatu tidak bekerja pertama kali. Kemampuan untuk berpikir secara kreatif dan di luar kotak akan berguna ketika mereka menghadapi tantangan keuangan di masa depan.

Bagaimana cara mulai menabung

Seperti yang pernah dikatakan Ben Franklin, satu sen yang dihemat adalah satu sen yang dihasilkan. Untuk membantu anak-anak Anda belajar mengelola uang mereka, penting bagi mereka untuk memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.

Bagaimana membedakan antara harga dan nilai

Hal ini menyangkut tentang pemahaman seorang anak dalam membeli suatu barang. Anda bisa mengajarkan anak Anda bahwa tidak semua barang yang diinginkan harus dibeli. Terlebih lagi barang tersebut tidak diperlukan.

Cara membuat keputusan yang baik

Kunci untuk membuat keputusan yang cerdas adalah memikirkan bagaimana berbagai pilihan dapat memengaruhi hasil di masa depan.

Menanamkan kebiasaan keuangan yang sehat pada anak-anak Anda adalah salah satu hal paling penting yang dapat Anda lakukan untuk membantu memastikan mereka memiliki masa depan yang sukses.

"Tidak pernah terlalu dini. Baik itu mengajarkan anak-anak nilai dolar, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan atau nilai tabungan, ini semua adalah konsep yang dihadapi anak-anak di sebuah usia sangat dini, jadi yang terbaik adalah membantu mereka untuk memahaminya." [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Tips Keuangan
  2. Tips Sukses
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini