Kerja Sama Usaha Besar dan UMKM Hasilkan Investasi Rp4,46 Triliun

Rabu, 7 Desember 2022 18:03 Reporter : Sulaeman
Kerja Sama Usaha Besar dan UMKM Hasilkan Investasi Rp4,46 Triliun investasi. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Investasi memfasilitasi penandatanganan 7 kontrak kerja sama secara simbolis antara Usaha Besar (UB) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan total nilai sebesar Rp143,84 miliar. Dengan ini, total komitmen kesepakatan kerja sama antara 235 pengusaha PMDN dan 421 UMKM di daerah sekitar Rp4,46 triliun hingga 5 Desember 2022.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menilai positif kerja sama antara pelaku usaha besar dan UMKM di tengah ancaman resesi global di 2023. Bahlil menyebut, kolaborasi dapat mendorong pengembangan bisnis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Bahlil meminta pengusaha besar untuk memberdayakan UMKM lokal. Sehingga, pelaku UMKM setempat mereka dapat merasakan dampak positif dari masuknya investasi di daerahnya tersebut.

"Mereka harus berbagi untuk bagaimana memberdayakan orang-orang daerah agar orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri. Orang daerah harus menjadi subjek dan objek dari pembangunan itu," ujarnya dalam Forum Kemitraan Investasi di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (7/12).

Untuk memfasilitasi program kemitraan, Kementerian Investasi meluncurkan fitur sistem kemitraan dalam sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko yang juga dapat diakses langsung melalui situs kemitraan.oss.go.id. Fitur ini merupakan bentuk fasilitasi kemitraan antar
pengusaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM di daerah, yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Kemitraan investasi antara UB dan UMKM ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) dan peraturan turunannya yaitu Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal antara Usaha Besar dengan UMKM.

"Pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dengan UMKM ini juga menjadi salah satu poin pada paragraf 37 dalam Leader’s Declaration yang merupakan hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali bulan November 2022 lalu," ujar Bahlil.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto, meyakini bahwa kemitraan antara UB dengan UMKM akan menjadi kunci pertahanan perekonomian Indonesia di tahun mendatang. Melalui kemitraan, UMKM di daerah akan ikut maju sejalan dengan berkembangnya UB di daerah.

"Kemitraan berperan penting. Kalau investasi besar masuk, lalu kita minta melakukan kemitraan, otomatis UMKM di daerah-daerahnya berkembang. Ini menjadi penting bagaimana kita melakukan monitoring," ujar Seto. [azz]

Baca juga:
Solusi Investasi di Tengah Ancaman Resesi, Kepastian imbal Hasil 3,1 Persen dalam USD
Harga Sedang Anjlok, Amankah Investasi Emas?
Perusahaan Elektronik Ini Bangun Pabrik di RI, Investasi Capai Rp3,3 Triliun
Pemerintah Harap Investor Mulai Masuk IKN di Kuartal II-2023
Proyek IKN Nusantara Buka Peluang Bisnis Baru dan Tampung Minat Investasi
Kripto Masuk dalam Pembahasan RUU P2SK, Begini Tanggapan Pelaku Industri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini