Kerja Lambat, Proyek China di Tol Cisamdawu Diambil Alih Kementerian PUPR

Kamis, 5 September 2019 12:10 Reporter : Merdeka
Kerja Lambat, Proyek China di Tol Cisamdawu Diambil Alih Kementerian PUPR pembangunan Tol Cisumdawu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil alih sebagian proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (tol Cisumdawu) seksi II dari kontraktor asal China. Dalam proyek ini, pemerintah memang bekerja sama dengan kontraktor asal China, antara lain Metallurgy Corporation of China (MCC), China Road and Bridge Corporation (CRBC), dan Shanghai Construction Group (SCG) dalam pengerjaan proyek tol Cisumdawu seksi I dan seksi II.

Awalnya, porsi kontraktor China dengan Pemerintah sebesar 65 persen dan 35 persen. Saat ini, pengerjaannya menjadi 45 persen oleh CRCB Cs dan 55 persen oleh Kementerian PUPR.

"Tadi pak Menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) bilang coba selesaikan pembagian tugas kontraktor asal China dengan kita. Ada pengalihan dari 65:35 persen jadi 45:55 persen," tutur Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit saat meninjau proyek Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/9).

Sebagai informasi, Proyek Tol Cisumdawu dengan panjang 60,47 Km ini terdiri dari 6 seksi. Seksi I dan Seksi II proyek ini digarap oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR bekerja sama dengan kontraktor asal China.

Sedangkan komposisi pemangku kepentingan untuk Seksi III hingga VI dikerjakan oleh BUJT terdiri dari PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Jasa Sarana, PT Brantas Abipraya, PT PP (Persero), dan PT Waskita Karya.

Untuk seksi I dengan rute Cileunyi-Rancakalong memiliki panjang 10,57 Km, progresnya pembebasan lahan sudah 72,77 persen dengan pembangunannya sudah mencapai 45,47 persen.

Seksi II dengan total panjang 17,05 Km dengan pembangunan dibagi dua fase. Fase I dari Rancakalong-Ciherang sudah selesai pada 2017. Sedangkan Fase II Ciherang-Sumedang progres pembangunan mencapai 74,62 persen dan pembebasan lahannya sudah 98,90 persen.

Sementara seksi III hingga VI sepanjang 32,65 km masih belum banyak kemajuan. Khusus seksi III Sumedang-Cimalaka 4,5 km progres pembebasan lahannya sudah mencapai 99,76 persen sedangkan pembangunannya 80 persen.

Sementara sisanya, seksi IV hingga VI belum tersentuh pembangunan sama sekali, hanya pada seksi VI saja yang sudah ada pembebasan lahan sebesar 16,34 persen.

"Seksi I, seksi II pekerjaan kita lihat masih berproses target September 2019. Seksi III bareng BUJT harapannya akhir tahun ini tuntaskan. Seksi IV, V, VI tuntas 2020 akhir," kata Danang.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini