Kepolisian Diminta Persempit Ruang Pengedaran Narkoba di Industri Penerbangan

Minggu, 12 Juli 2020 09:57 Reporter : Sulaeman
Kepolisian Diminta Persempit Ruang Pengedaran Narkoba di Industri Penerbangan Ilustrasi Pesawat. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Pengamat penerbangan Alvin Lie meminta kepolisian tidak pandang bulu dalam memproses hukum ketiga pilot yang terjerat kasus narkoba pada Senin (6/7) lalu. Selain itu, dia juga meminta ketiga pilot tersebut di proses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Mau artis, pejabat, pengangguran dan lainnya, semua peraturan sama. Sebab undang-undang (UU) nya sama, proses hukumnya juga harus sama. Dan hukuman harus sesuai aturan UU," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (12/7).

Alvin menjelaskan penyalahgunaan narkoba oleh kru pesawat merupakan suatu kesalahan fatal dan tidak bisa ditolerir. Mengingat efek dari mengonsumsi narkoba akan membahayakan keselamatan penerbangan.

"Narkoba sangat membahayakan dan fatal. Penyalahgunaan oleh pilot, teknisi, ataupun awak kabin ini akan berdampak pada keselamatan penerbangan," ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta penyelesaian kasus ini tidak hanya sampai pada pemberian sanksi hukum terhadap ketiga pilot pengguna narkoba. Melainkan juga harus ada pengusutan lebih lanjut.

Hal itu dimaksudkan agar dapat terpetakan jaringan penyuplai narkotika kepada kru pesawat. Sekaligus memperkecil peredaran ruang lingkup potensi penyalahgunaan narkoba di industri penerbangan Tanah Air.

"Bagaimana bisa berulangkali kebobolan kasus penyalahgunaan narkoba ini," tukasnya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Jajaran Polres Metro Jakarta...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini