Kepala BPS: Sebagian Daerah Alami Inflasi Dipicu Harga Beras dan Bayam

Selasa, 1 Oktober 2019 15:06 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kepala BPS: Sebagian Daerah Alami Inflasi Dipicu Harga Beras dan Bayam Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia alami deflasi pada September 2019 sebesar 0,27 persen. Meski tercatat deflasi masih ada beberapa kota di Indonesia yang mencatat inflasi seperti Sibolga, Sumatera Utara.

Kepala BPS Suharianto mengatakan, inflasi di 12 kota dipengaruhi oleh naiknya harga beras. Tidak hanya beras, BPS juga mencatat ada kenaikan pada bayam dan sawi hijau.

"Inflasi di beberapa kota disebabkan oleh kenaikan beras, tapi tipis. Sumbangannya 0,01 persen terhadap inflasi keseluruhan," ujar Suharianto di Kantornya, Jakarta, Selasa (1/10).

Meski terdapat kenaikan harga beras bulan lalu, Suharianto meyakini tidak akan berpengaruh besar terhadap inflasi ke depan. Sebab, Bulog memiliki stok persediaan beras yang memadai.

"Beras naik tipis, tidak perlu dikhawatirkan. Karena cadangannya hingga kini terpantau masih cukup," jelas Suharianto.

Sementara itu, selama September 2019 rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani sebesar Rp4.905 per Kg atau naik sebesar 3,07 persen. Di tingkat penggilingan sebesar Rp5.012 per Kg atau naik 3,21 persen.

"Harga gabah kering panen di tingkat petani naik 3,07 persen dan harga beras medium di penggilingan naik 0,84 persen," tandas Suharianto. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini