Kenormalan Baru, Kemenparekraf Siapkan Program Kebersihan di Tempat Wisata

Kamis, 28 Mei 2020 12:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kenormalan Baru, Kemenparekraf Siapkan Program Kebersihan di Tempat Wisata Labuan Bajo. ©2015 Merdeka.com/Wonderful Indonesia

Merdeka.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meyakini penerapan prosedur standar atau kenormalan baru di sarana publik akan memberi kesempatan baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan kenormalan baru, kedua sektor itu akan bangkit lebih cepat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Juliano Gema mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan program kebersihan, kesehatan, dan keamanan atau Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata Tanah Air.

Di mana tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

"Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat," katanya melalui keterangannya, Kamis (28/5).

Pihaknya menargetkan pada akhir bulan ini standar dan pedoman penerapan CHS sudah dapat ditetapkan dan disimulasikan. Kemudian dilanjutkan verifikasi CHS di destinasi pada Juni hingga Juli 2020. Selanjutnya penerapan skema dan program sertifikasi yang ditargetkan berlangsung selama Agustus hingga Desember 2020.

"Program CHS rencananya lebih dulu akan dijalankan di Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau serta secara bertahap di 5 destinasi super prioritas untuk kemudian di seluruh daerah di Tanah Air," katanya.

1 dari 1 halaman

Beberapa faktor yang diperhatikan dalam CHS di antaranya adalah, untuk kebersihan seperti pembersihan ruang dan barang publik dengan disinfektan, ketersediaan sarana cuci tangan dengan sabun, tempat sampah bersih, dan lainnya.

Sementara untuk kesehatan di antaranya adanya koordinasi antara destinasi dengan Satgas Covid-19 daerah dan rumah sakit, pemeriksaan suhu tubuh, gerakan memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin termasuk menghindari berjabatan tangan, serta penanganan bagi pengunjung dengan gangguan kesehatan ketika beraktivitas di lokasi.

"Faktor dalam keselamatan diantaranya pengelolaan pengunjung, pengaturan jumlah kerumunan, pengaturan jarak antar individu, penanganan pengamanan, media dan mekanisme komunikasi penanganan kondisi darurat, dan lainnya," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Sambut Kenormalan Baru, Jokowi Minta Ada Protokol Kesehatan di Sektor Pariwisata
Jokowi Minta Sektor Pariwisata Antisipasi Tren New Normal
Tak Terurus, Kapal Wisata di Labuan Bajo Rusak dan Tenggelam
Wisata Candi Borobudur akan Dibuka Awal Juni 2020, Khusus Pengunjung Berstiker Hijau
Menteri Erick Berambisi Ubah Pelabuhan Benoa Laiknya Bandara Changi Singapura
Objek Wisata Kaliandra, Nuansa Khas Jawa dan Eropa di Tengah Hutan Pasuruan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini