Kendaraan tempur buatan Pindad uji coba tenggak Solar campur minyak sawit

Rabu, 19 September 2018 10:09 Reporter : Merdeka
Kendaraan tempur buatan Pindad uji coba tenggak Solar campur minyak sawit Pindad. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah telah menerapkan program campuran biodiesel 20‎ persen dengan Solar (B20) pada 1 September 2018. Kebijakan tersebut berlaku untuk Solar bersubsidi dan non subsidi.

Staf Ahli Menter Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), ‎Dadan Kusdiana mengatakan, saat ini ada tiga sektor yang belum menerapkan kebijakan tersebut, yaitu pertambangan dataran tinggi, pembangkit listrik dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), karena perlu dilakukan kajian lebih mendalam.

"Pengecualian kecuali alutsista, high land, turbin," kata Dadan, di Jakarta, Rabu (19/9).

Menurut Dadan, untuk alutsis‎ta saat ini sedang dilakukan uji coba. Namun uji coba hanya kendaraan tempur buatan dalam negeri yang produksi PT Pindad (Persero) saja.

"‎Untuk alutsista, kalau nggak salah kemarin pak Mendag ke Pindad buat lihat uji coba, jadi prosesnya di situ, uji coba di Pindad," tutur Dadan.

Dadan mengungkapkan, dalam uji coba akan dievaluasi spesifikasi biodiesel yang dibutuhkan alutsista, uji coba ini diperkirakan memakan waktu yang lama. Sedangkan kendaraan tempur buatan luar negeri belum dilakukan uji coba menggunakan Solar bercampur minyak kelapa sawit.

"Mungkin ini agak lama, sebagian sudah (uji coba) yag di Pindad, lagi dilihat kesesuaiannya dengan alat-alat lain bagaimana,"‎ tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini