Kendaraan Listrik Buat Konsumsi BBM Turun, Pertamina Konversi Kilang Minyak dan SPBU

Senin, 1 Februari 2021 19:17 Reporter : Merdeka
Kendaraan Listrik Buat Konsumsi BBM Turun, Pertamina Konversi Kilang Minyak dan SPBU Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menyadari penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan mengalami penurunan seiring perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Oleh sebab itu, Pertamina berencana mengonversikan sebagian kapasitas kilang minyak miliknya memproduksi petrokimia untuk mendukung industri kendaraan listrik (EV).

CEO Subholding Power & New Renewable Energy Pertamina, Heru Setiawan, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar aset-aset Pertamina bisa tetap bisa digunakan dengan adanya inisiatif kendaraan listrik.

"Kita ketahui nanti semuanya menyadari demand dari BBM akan turun. Oleh karena itu untuk di sisi kilang, nanti akan berkonversi. Selain menyediakan BBM kepada masyarakat, juga mengonversikan sebagian kapasitasnya menjadi petrokimia yang nanti berhubungan juga dengan kendaraan listrik," kata Heru dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPRI RI pada Senin (1/2).

Dia menjelaskan, petrokimia nanti akan menjadi bahan baku untuk kendaraan elektrik maupun baterainya.

"Karena sebagian besar kendaraan listrik itu, dalam rangka kompensasi berat baterai, mengganti pelat-pelat baja menjadi plastik. Karena itu, kilang-kilang kami ke depan akan kami konversikan untuk produksi petrokomia sebagai bahan bahu untuk kendaraan listrik maupun baterainya," tuturnya.

Sementara untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamina telah berkoordinasi dengan PLN untuk berpartisipasi dalam penyediaan Stasiun Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Untuk penyediaan SPKLU yang nanti dikombinasikan dengan renewable," kata Heru.

2 dari 2 halaman

PLN: Jakarta-Denpasar Naik Mobil Listrik Hanya Rp200.000-an

denpasar naik mobil listrik hanya rp200000 an

Direktur Mega Proyek PT PLN, Muhammad Ikhsan Asaad menyebut bahwa biaya pengisian daya mobil listrik lebih efisien daripada menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun memang untuk memiliki mobil listrik membutuhkan biaya lebih mahal.

Mobil dengan BBM membutuhkan satu liter bensin untuk menempuh jarak 10 Km, sedangkan jika menggunakan mobil listrik dengan 5 kWh bisa menempuh jarak hingga 50 Km.

"Ini sudah kami buktikan dari Jakarta ke Denpasar itu menggunakan mobil listrik biaya listriknya Rp200.000-an. Sementara kalau menggunakan kendaraan ICE (mobil dengan BBM) kurang lebih Rp1,2 juta. Perbandingannya lebih efisien," jelas Ikhsan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa (1/2).

Kendati demikian, dia mengaku bahwa belanja modal (capex) atas mobil listrik masih dirasa jauh lebih mahal dibandingkan mobil BBM. Masih terdapat pajak-pajak yang cukup tinggi untuk memiliki mobil listrik.

PLN, kata Ikhsan, sudah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) tersebut. Salah satunya bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta untuk pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

PLN saat ini memiliki 30 SPKLU yang tersebar di 22 lokasi di berbagai kota di Indonesia.

"Kami memang mendorong supaya lebih banyak lagi yang mengisi daya di rumah, dan untuk itu kami memberikan beberapa insentif. Kalau mengisi baterai di rumah jam 10 malam sampai 5 pagi kita kasih insentif diskon 30 persen," tuturnya.

Selain itu, PLN juga bekerja sama dengan dealer mobil listrik untuk membantu pembeli yang ingin menambah daya listrik.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Anggota DPR Ragukan Keberhasilan Pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik
Industri Baterai Kendaraan Listrik RI Ditaksir Butuh Investasi Hingga Rp 244,7 T
Luhut Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Pertama di Tol Trans Sumatera
Deretan Program Ini Jadi Fokus Kementerian ESDM di 2021
Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Ditargetkan Dimulai Februari 2021
BKPM Targetkan RI Produksi 14 juta Kendaraan Listrik di 2035
Proyek Pengembangan Baterai Listrik Dipusatkan di Kawasan Industri Batang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini