Kenali cara memilih investasi aman dan minim risiko

Jumat, 6 Maret 2015 06:35 Reporter : Novita Intan Sari
Kenali cara memilih investasi aman dan minim risiko

Merdeka.com - Investasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kekayaan. Tanpa keluar keringat, uang yang disimpan bisa bertambah banyak dalam jangka waktu tertentu. Namun demikian, investasi tetap mempunyai risiko, apalagi jika dikelola oleh perusahaan yang tidak profesional.

Director of Business Development Manulife, Putut Endro Andanawarih memberi bocoran untuk masyarakat memilih tempat investasi yang aman dan minim risiko. Bocoran ini bisa menjadi pertimbangan masyarakat sebelum menempatkan uang mereka untuk 'dilipatgandakan'.

Hal pertama yang harus dilihat masyarakat adalah jenis investasi dan perusahaan yang mengelola. Pastikan jenis investasi tersebut sudah terjamin dan diawasi oleh regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau kita berinvestasi menaruh investasi kita ke orang lain, jadi seharusnya kita jangan melihat return (timbal balik hasil) saja, yang dilihat siapa yang terima uang kita dan orang itu bisa mengembalikan uang kita saat dibutuhkan," ujarnya di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (5/3).

Putut menyadari, sering kali masyarakat yang ingin berinvestasi selalu melihat return atau imbas hasil yang menggiurkan. Padahal banyak yang harus dipertimbangkan selain hanya keuntungan.

"Jadi yang perlu dilihat penerbit, siapa dia. Jadi bukan hanya return, itu bisa dikatakan bodong. Ini perusahaan ada atau tidak," katanya.

Putut mengakui semua investasi mengandung risiko. Sayangnya, masyarakat Indonesia memiliki impian yang tinggi dengan menginginkan risiko rendah dengan return yang tinggi. "Return tinggi resiko pasti tinggi, kalau return rendah pasti risikonya rendah. Itu sudah hukum alam. Impian investor ingin instrumen yang return tinggi dengan risiko rendah."

Dalam pandangan Putut, investasi yang paling aman adalah dengan menanamkan uang di pasar modal. Memang keuntungan tidak langsung dirasakan dalam jangka pendek. "Pengalaman saya di pasar modal. Tetapi pada dasarnya tidak pernah menemukan risiko rendah return tinggi tapi itu impian masyarakat umum tapi tidak ada," tegas dia.

Untuk itu Putut menyarankan agar masyarakat lebih teliti dan detail dalam berinvestasi. Jangan mudah terkecoh dengan iming-iming tingkat pengembalian investasi yang menjanjikan "Harus dilihat penerbit (perusahaan investasi) tadi diawasi sama regulator dalam hal ini OJK, jadi perhatikan kalau instrumen diawasi tidak oleh OJK, pengelola tadi diawasi tidak oleh OJK. Cara paling gampang website, ada tanda-tanda diawasi, daftarkan oleh OJK, ini merupakan satu keamanan oleh investor," tutupnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Investasi
  2. Tips Investasi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini