Kenaikan upah buruh tak bikin investor kabur

Senin, 14 Januari 2013 17:32 Reporter : Novita Intan Sari
Kenaikan upah buruh tak bikin investor kabur nike. Tupungato / Shutterstock.com

Merdeka.com - Upah Minimum Provinsi (UMP) yang mengalami kenaikan rata-rata di atas 20 persen diyakini tidak akan membuat investor asing kabur dari Indonesia.

"Sebagai contoh, produsen sepatu Nike akan kabur itu tidak benar, karena mereka (Nike) anggap Indonesia merupakan tempat yang strategis," ungkap Director Education for Justice James W. Keady dalam Media Gathering 'Strategi Menghadapi Ancaman PHK Pasca Kenaikan UMP' di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Senin (14/1).

Dia menuturkan, perkembangan Nike di Indonesia bisa dikatakan sangat pesat. Bahkan, perusahaan sepatu asal Amerika Serikat tersebut berencana ekspansi besar-besaran dengan target penambahan enam pabrik dari tahun 2011 sampai 2014.

"Indonesia saat ini menduduki posisi ketiga sebagai produsen Nike, di tahun 2014 diperkirakan menggeser China dan menjadi produsen kedua setelah Vietnam," ujarnya.

Produk Nike sangat mendominasi pasar olahraga di dunia dan mampu memproduksi 50.000 jenis sepatu dalam setahun.

"Di Indonesia punya 41 pabrik dan memiliki 710.000 buruh bekerja di pabrik Nike," ujarnya.

Justice juga menyatakan, pengusaha Nike memberikan upah yang layak kepada buruhnya. Kekhawatiran kenaikan harga produk karena naiknya upah buruh diyakini tidak akan memberatkan konsumen.

"Di Amerika saya melakukan penelitian, tidak keberatan jika ada kenaikan harga produk Nike sebesar USD 1," tutupnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Upah Buruh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini