Kenaikan Tarif Ancam Turunkan Pendapatan Ojek Online

Rabu, 10 Agustus 2022 11:58 Reporter : Sulaeman
Kenaikan Tarif Ancam Turunkan Pendapatan Ojek Online Ojek Online di Jakarta. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menerbitkan regulasi terbaru untuk mengatur kenaikan tarif ojek online. Perusahaan aplikasi nantinya bisa segera melakukan penyesuaian tarif ini pada aplikasinya.

Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, kenaikan tarif angkutan ojek online (ojol) tidak serta merta akan meningkatkan pendapatan, bahkan berpotensi menurunkan pendapatan mitra atau pengemudi ojol.

Mengingat, kenaikan tarif tersebut justru berpotensi menurunkan minat pengguna untuk menggunakan layanan ojek online. Hal ini sebagaimana konsekuensi yang berlaku dalam hukum ekonomi.

"Dari sisi konsumen penumpang sudah pasti ada penurunan permintaan, sesuai hukum ekonomi. Maka hal ini kontradiktif dengan kesejahteraan mitra driver yang ingin dicapai dengan adanya perubahan ini," kata Nailul saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Rabu (10/8).

Dampak lainnya, lanjut Nailul, adalah perpindahan penggunaan transportasi selain layanan ojek online oleh konsumen. Di mana sebagian akan pindah ke transportasi umum dan sebagian akan menggunakan kendaraan pribadi.

"Konsumen tentu berkenan untuk naik kendaraan pribadi ke tempat makan jika jarak-nya jauh," urainya.

2 dari 2 halaman

Potensi Berdampak ke UMKM

ke umkm rev1

Selain itu, pelaku UMKM mitra layanan pesan antar makanan juga akan terdampak. Menyusul, turunnya permintaan imbas kenaikan harga layanan jasa oleh perusahaan.

"Konsumen akan mempertimbangkan untuk membeli makanan dna minuman yang lebih dekat secara jarak. Atau mereka enggan mengantri yang juga akan menurunkan permintaan dari produk pelaku UMKM mitra layanan pesan antar makanan," bebernya.

Oleh karena itu, Nailul mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan ulang kebijakan kenaikan tarif ojek online ini. Mengingat, terdapat banyak dampak buruk bagi penumpang, mitra, hingga pelaku UMKM.

"Jadi, saya rasa pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan kenaikan tarif ojek online ini dan melihat sebesar besar elastisitas dari produk atau layanan," tutupnya.

[bim]

Baca juga:
Masyarakat Minta Gojek dkk Naikkan Tarif dalam Batas Wajar
Tarif Ojek Online Naik, ini Besaran Barunya
Kemenhub Rilis Aturan Baru Tarif Ojek Online, Batas Atas di Jakarta Rp2.700 per Km
Dulu Bekerja Sebagai Ojol & Sering Dihina, Kini Pria Ini Sukses Jadi Anggota Polri
Wanted! Sopir Truk Ini Bawa Kabur Kunci Motor Ojol, Arogan & Ugal-ugalan di Jalan
Protes Penurunan Tarif, Driver Gojek Datangi Balai Kota Solo
Sopir Kenakan 2 Jaket Perusahaan Ojol, Nangis di Balik Pohon, Kisahnya Bikin Haru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini