Kementerian BUMN Soal Garuda Indonesia PHK Pilot: Konsekuensi Bisnis

Selasa, 2 Juni 2020 15:55 Reporter : Merdeka
Kementerian BUMN Soal Garuda Indonesia PHK Pilot: Konsekuensi Bisnis Pesawat Garuda Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) dikabarkan telah resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 150 pilot yang berstatus kontrak. Ini merupakan buntut dari keuangan perseroan yang menurun tajam akibat jumlah penumpang berkurang 95 persen selama wabah pandemi virus corona (Covid-19).

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, apa yang dilakukan Garuda merupakan hal yang wajar di saat maskapai pelat merah tersebut tengah kesulitan keuangan selama krisis pandemi corona.

"Normatifnya gini, kita serahkan kepada manajemen Garuda untuk menghitung dampak dari corona, konsekuensi terhadap bisnisnya, termasuk efisiensi-efisiensi yang dilakukan, supaya Garuda tetap bisa bertahan dan tetap bisa beroperasi," kata Arya dalam sesi diskusi online bersama rekan wartawan, Selasa (2/6).

Menurut dia, Garuda Indonesia juga pasti sudah mempertimbangkan matang-matang opsi PHK terhadap 150 pilot, yang status kontrak kerjanya diselesaikan lebih awal.

"Pasti mereka punya pilihan-pilihan yang kita tahu itu pilihan yang sulit, sehingga bagi kita keputusan yang diambil Garuda itu kita yakin pasti sudah mereka pikirkan secara matang, baik secara bisnis maupun manajemen," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Jaga Operasional...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini