Kementan Pastikan Harga Gabah di Tingkat Petani Tak Jatuh di Bawah HPP

Selasa, 14 April 2020 14:24 Reporter : Merdeka
Kementan Pastikan Harga Gabah di Tingkat Petani Tak Jatuh di Bawah HPP Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. ©2020 Liputan6.com/Tira Santira

Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperkirakan, panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektar (ha). Karena itu pemerintah akan mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

"Puncak panen akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton beras dan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi dari Maret lalu," kata Syahrul di Jakarta, Selasa (14/4).

Pada masa puncak panen raya pihaknya melakukan antisipasi untuk menjaga kestabilan harga. Salah satu solusinya adalah melalui Kostraling (Komando Strategi Penggilingan Padi) melalui pendekatan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Rata-rata harga di tingkat petani maret lalu Rp4.600/kg, dan sesuai Permendag No 24 Tahun 2020 yang baru HPP GKP di tingkat petani naik sebesar Rp4.200/kg dan diperkirakan akan turun saat puncak panen raya.

Dirinya meminta daerah segera menyerap KUR dan meminta daerah mengawal harga jangan sampai di bawah HPP. Meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan Kementan akan memberikan bantuan untuk memperlancar produksi.

"Pada masa wabah covid ini ada 2 agenda utama yang menjadi prioritas utama negara, yaitu bidang kesehatan dan pemenuhan pangan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini