Kementan Minta Masyarakat Lapor Jika Temukan Jamur Enoki asal Korea Selatan

Kamis, 2 Juli 2020 13:35 Reporter : Merdeka
Kementan Minta Masyarakat Lapor Jika Temukan Jamur Enoki asal Korea Selatan Ilustrasi jamur enoki. shutterstock

Merdeka.com - Badan Ketahan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian meminta masyarakat untuk melaporkan apabila masih menemukan Jamur Enoki Produksi Green Co Ltd asal Korea Selatan. Sebab, Jamur Enoki tersebut mengandung bakteri Listeria monocytogenes, yang bisa menyebabkan penyakit listeriosis yang mempunyai konsekuensi sakit hingga meninggal dunia, utamanya pada golongan rentan, balita, ibu hamil dan manula.

"Kalau ada yang menemukan laporkan ke kami, kita tracking siapa produsennya, importirnya kemudian dipotong diprodusennya, selanjutnya tentunya kalau masuk lagi ke Indonesia harus menyatakan bahwa produknya aman," kata Kepala BKP Agung Hendriadi, dalam konferensi pers, Kamis (2/7).

Agung juga mengatakan, produk jamur enoki asal Korea Selatan itu juga sudah ditarik di ritel modern, maupun di Pasaran, hal itu tentunya sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia seperti di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Namun, meskipun hanya memfokuskan pada produk jamur enoki asal Korea Selatan, tidak menutup kemungkinan tidak melakukan pengawasan pada produk jamur jenis lainnya, maupun jamur enoki impor dari negara lain.

"Ya kecurigaan pasti harus hati-hati tapi akan melakukan pengawasn bagi semuanya, saya minta Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) melakukan pengawasan untuk semua. Tapi ini sudah diberhentikan dari Green Co dan sudah dimusnahkan," ujarnya.

Untuk itu, dia mengingatkan kepada masyarakat harus jeli dalam membeli dan melihat kemasan jamur enoki. Meskipun produk jamur enoki dari Green Co di memusnahkan oleh BKP pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020, sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.16 ton kg atau setengah kontainer jamur Enoki, tetap saja harus berhati-hati.

"Jadi kita memang hanya meneliti yang dari Green Co, karena memang hanya itu yang mendapatkan notifikasi dari INFOSAN yang tentunya tidak main-main dalam memberikan notifikasi. Jadi notifikasi yang disampaikan adalah produk dari Korea Selatan. Tetapi BKP selalu memberikan pelabelan terhadap produk-produk lainnya bahwa dia harus dikonsumsi dengan diolah dulu. Jadi jangan dimakan mentahlah," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini