Kemenperin Gandeng Singapura Latih Tenaga Kerja RI Hadapi Industri 4.0

Rabu, 5 Februari 2020 14:58 Reporter : Merdeka
Kemenperin Gandeng Singapura Latih Tenaga Kerja RI Hadapi Industri 4.0 Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Presiden Singapura. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan pemerintah Singapura untuk melakukan up skilling dari Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang ada di bawah Kemenperin. Tujuannya, agar para pekerja mampu beradaptasi dengan industri 4.0.

"Singapura tentu menawarkan kerja sama dengan kemenperin untuk melakukan up skilling dari SDM industri yang ada di dalam atau di bawah Kemenperin, melalui politeknik-politeknik atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau community colleges di Indonesian," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di sela-sela kunjungan Presiden Singapura, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (5/2).

Agus menjelaskan, pelatihan SDM untuk industri 4.0 merupakan salah satu prioritas dalam pemerintahan Indonesia Maju Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pemerintah sangat peduli terhadap keberadaan SDM yang mumpuni, yang bisa menjawab semua tantangan terkait era industri 4.0.

Nantinya, ada lima sektor yang menjadi roadmap making Indonesia 4.0, yakni otomotif, elektronik, kimia, tekstil, dan makanan dan minuman. Dia berharap, kerjasama ini mampu membuat institusi pendidikan di bawah Kemenperin mendesain kurikulum yang bisa menjawab tantangan-tantangan di industri 4.0.

"Ini yang kita harapkan partisipan bisa menjadi master trainers, jadi kita sedang membentuk master trainers yang akan melatih dan mendesain kurikulum di politeknik masing-masing di industri 4.0," ungkapnya.

Selain itu, Agus juga berharap pelatihan tersebut bisa menjawab tantangan industri 4.0 dalam meningkatkan efisiensi produksi, untuk meningkatkan daya saing, baik di domestik maupun internasional.

1 dari 1 halaman

Prioritas Utama Singapura

singapura rev1

Sementara itu, Presiden Singapura Halimah Yacob mengatakan, pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan Industri 4.0 adalah prioritas utama bagi Singapura dan Indonesia.

"Kedua negara kita memiliki tujuan yang sama untuk memastikan bahwa warga negara kita, tidak hanya dipersiapkan dengan baik untuk gangguan teknologi yang disebabkan oleh Revolusi Industri Keempat, tetapi juga berada dalam posisi yang baik untuk menuai manfaat yang mereka berikan kepada masyarakat, industri, dan ekonomi kita," kata Halimah.

Dia menjelaskan, baik Singapura maupun Indonesia mengakui bahwa pekerja, perlu dilengkapi dengan keterampilan yang relevan, sehingga mereka dapat beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi ini. Kursus pelatihan hari ini adalah hasil dari visi bersama kami untuk melakukannya.

"Mengubah industri menjadi Industri 4.0, adalah tantangan panjang. Ini lebih seperti maraton daripada lari cepat. Singapura mengakui bahwa Indonesia berani melangkah maju dalam industri itu," jelas Halimah.

Kemudian, Halimah menegaskan kembali bahwa Singapura tetap berkomitmen untuk memperkuat kerja sama, dengan Indonesia di bidang yang saling menguntungkan tersebut.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Sebut Surpres dan Draf RUU Omnibus Law Perpajakan Sudah di DPR
Menperin: Singapura Mitra Penting Indonesia Sambut Industri 4.0
Indonesia dan Singapura Sepakati Kerjasama Penghindaran Pajak Berganda
Sampai Masalah Virus Corona Selesai, 40.000 TKA China Dipersilakan Menetap di RI
Corona Belum Teratasi, RI Permudah Tenaga Kerja China Perpanjang Visa
Menaker Soal Virus Corona: 38.000 TKI di China, 78.000 Taiwan, 63.000 Hong Kong Sehat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini