Kemenperin Buat Aplikasi Angkutan Logistik Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Corona

Senin, 6 April 2020 14:39 Reporter : Sulaeman
Kemenperin Buat Aplikasi Angkutan Logistik Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Corona Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menjaga ketersediaan bahan baku untuk industri dalam negeri, terutama saat menghadapi sentimen negatif akibat pandemi virus corona. Saat ini, diperlukan proses distribusi yang baik untuk material bahan baku, sehingga aktivitas manufaktur dapat berjalan guna memenuhi permintaan dari pasar domestik hingga mancanegara.

"Saat ini, kami sedang melakukan uji coba aplikasi yang nantinya digunakan untuk mendata dan memvalidasi perusahaan-perusahaan bahan baku industri, khususnya di daerah-daerah yang sedang menerapkan karantina wilayah," kata Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin, Fridy Juwono pada Senin (6/10).

Hasil dari aplikasi tersebut berupa stiker yang akan dipasangkan di kendaraan logistik masing-masing perusahaan. Petugas di lapangan hanya perlu memindai stiker itu, dan nanti bisa terlihat jenis barang, rute distribusi, dan juga informasi lainnya. Seluruh data terekam semua di sistem melalui SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional).

Saat ini, aplikasi tersebut melalui tahap uji coba di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenperin. Fridy berharap, dalam waktu dekat, aplikasi ini dapat segera diimplementasikan sehingga dapat memudahkan industri bahan baku untuk melakukan distribusi ke wilayah-wilayah yang sedang di karantina.

Aplikasi ini direncanakan terlebih dulu menyasar sektor-sektor yang dipacu produktivitasnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 di tanah air, yakni industri makanan dan minuman, industri farmasi, serta industri penghasil alat pelindung diri (APD).

"Ini sesuai dengan kebutuhan industri bahan baku, karena mereka sudah meminta adanya dispensasi untuk distribusi ke wilayah-wilayah yang dikarantina. Sehingga industri kita tetap bisa beroperasi dan tidak ada hambatan distribusi produk jadi dan bahan baku yang dibutuhkan," jelasnya

1 dari 1 halaman

Impor Garam

rev1

Salah satu sektor pemasok bahan baku yaitu garam paling terdampak wabah virus corona karena menurunnya jumlah produksi. Untuk itu Kemenperin telah mengeluarkan rekomendasi impor untuk hampir seluruh industri pengolahan, guna menghindari kelangkaan stok bahan pangan.

"Sesuai dengan rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan persetujuan impor garam untuk industri pengolahan sehingga kebutuhan garam dalam negeri dapat tercukupi hingga akhir tahun," tambahnya.

Namun, pihaknya mengklaim penyerapan garam lokal oleh industri dalam negeri tetap berjalan sesuai rencana. Apalagi menjelang masa panen di bulan Juli 2020, industri pengolahan makanan dalam negeri sudah menyerap sekitar 700 ribu ton garam lokal dari target 1,1 juta ton.

"Kami harapkan sebelum bulan Juni target penyerapan garam lokal oleh industri dalam negeri sebesar 1,1 juta ton tercapai," tutup dia. [idr]

Baca juga:
Banting Setir Produksi Alat Kesehatan Demi Dukung Penanganan Corona di Indonesia
Wishnutama Ajak Pemda Aktif Selamatkan Industri Pariwisata dari Dampak Corona
Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemenperin Jaga Produktivitas Industri Mamin
Produsen Susu Sumbang Rp4 Miliar Guna Tangani Covid-19
Kebutuhan Meningkat, Produksi Industri APD Nasional Terus Digenjot
Menperin Agus Dorong Industri Dalam Negeri Prioritaskan Produksi Alat Kesehatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini