Kemenkop UKM Masih Temukan Oknum Nakal Minta Agunan ke Debitur KUR

Jumat, 5 November 2021 16:19 Reporter : Merdeka
Kemenkop UKM Masih Temukan Oknum Nakal Minta Agunan ke Debitur KUR rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih menemukan beberapa modus oknum nakal dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Di mana oknum tersebut menagih agunan kepada debitur yang mengambil pinjaman tanpa agunan.

Untuk itu, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satriya mengatakan, pihaknya akan membentuk portal aduan atau call center yang bisa diakses oleh debitur jika mendapati pelanggaran atau kesulitan.

"Portal ini paling tidak dua minggu selesai dari sekarang atau mudah-mudahan bisa lebih cepat sekitar satu minggu paling tidak," kata Eddy di Jakarta, Jumat (5/11).

Dia menjelaskan, untuk menyediakan portal dan call center tersebut perlu proses. Yakni, menunjuk orang-orang untuk bersedia menjawab keluhan bagi callcenter dan menyiapkan sistem bagi portal aduan.

"Meski tidak 24/7, tapi kalau ada WA masuk bisa kita respon dalam waktu yang tak lama, dengan jawaban yang tentu solutif. Seminggu sampai dua minggu akan kita realisasikan, nanti kita lanjutkan rapat bersama dengan stakeholder," imbuhnya.

Selain itu, Eddy mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penyaluran KUR dari lembaga pembiayaan ke debitur. Seperti pandemi covid-19 yang menghambat calon debitur untuk meraih akses-akses pembiayaan KUR yang ada disekitarnya. Sehingga penyaluran KUR menjadi tertunda.

Sementara itu, pada aspek Kemenkop UKM, baru-baru ini terjadi reorganisasi dari penamaan deputi, yakni dari deputi pembiayaan ke deputi mikro. Ini diakui Eddy sedikit menghambat proses administrasi.

Denngan adanya kondisi pandemi Covid-19, beberapa penyalur KUR seperti BRI membuat inovasi dengan memberikan link bagi calon debitur yang ingin mengajukan KUR. Hal itu dipandang jadi inovasi yang memudahkan masyarakat.

Sementara itu, staf dari Eddy menuturkan, ada dua aspek yang terkendala, yakni hubungan calon debitur ke penyalur, dan Kemenkop ke penyalur KUR. Pada aspek kedua ini, berimbas dari adanya perubahan organisasi penamaan deputi yang mengurus terkait UMKM.

"Bahwa penunjukkan KPA kita mengalami sedikit keterlambatan karena reorganisasi di KemenkopUKM, dan menunggu peraturan Menteri Keuangan yang terbitnya sudah agak terlambat, terkait hal ini permasalah pihak penyalur saja, untuk menagih subsidi bunga. Kalau kendala kami dengan penyalur terkait pembayaran subsidi," tukasnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hingga 3 November 2021, Realisasi KUR Capai Rp237 Triliun
Menko Airlangga Nilai UMKM Mesin Utama Pemulihan Ekonomi Pandemi Covid-19
Realisasi KUR di Maluku Capai Rp768,51 Miliar
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Permudah Penyaluran KUR
Menteri Erick Dorong Pengusaha Terdampak Pandemi Berani Ambil KUR
Menko Airlangga ke UMKM: Manfaatkan KUR dengan Bunga 3 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini